PSMP November 2026, Kankemenag Bantul Perkuat Keteladanan Pimpinan untuk Merawat Predikat WBBM
Bantul (Kankemenag Bantul) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul (Kankemenag Bantul) menyelenggarakan Pembinaan Senin Minggu Pertama (PSMP) Bulan November 2026 dengan mengusung tema “Keteladanan Pimpinan Bagian Penting dalam Merawat WBBM”, Senin (02/11/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam menjaga budaya kerja yang berintegritas, disiplin, profesional, dan berorientasi pada pelayanan prima. Keteladanan pimpinan menjadi salah satu fondasi utama dalam mewujudkan budaya kerja tersebut. Sebab, perubahan dan penguatan budaya organisasi tidak cukup dibangun melalui instruksi, tetapi harus dimulai dari contoh nyata yang ditunjukkan oleh para pemimpin.
Dalam pembinaan tersebut, masing-masing kepala seksi dan penyelenggara menyampaikan informasi, evaluasi, apresiasi, serta arahan terkait pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Kankemenag Bantul.
Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Dhani Budianto, mengawali penyampaian dengan memberikan apresiasi kepada para santri Bantul yang berhasil meraih prestasi dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VII tingkat DIY. Para santri berprestasi tersebut selanjutnya akan mewakili DIY pada kompetisi tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 13 November 2026 di Pondok Gede. Dhani juga menyampaikan informasi mengenai bantuan dari Direktorat Jenderal Pesantren sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan pesantren.
Selanjutnya, Kasi Pendidikan Agama Islam, Suprapto, mengingatkan para guru untuk segera mengunggah SK bagi guru PPPK Paruh Waktu maupun guru yang mengajukan kenaikan pangkat. Ia juga menginformasikan bahwa pada 4 November 2026 akan dilaksanakan pembinaan bagi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) yang belum bersertifikasi. Sementara itu, MTQ Pelajar jenjang SD dijadwalkan berlangsung pada 11 November 2026. Suprapto turut memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah mengirimkan video pembelajaran dalam rangka mengikuti perlombaan.
Dari bidang pendidikan madrasah, Kasi Pendidikan Madrasah, Saeful Hadi, menyampaikan perkembangan program Madrasah Hebat. Penentuan kejuaraan tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun madrasah yang berhasil meraih prestasi meliputi RA Ar-Rahmah dan RA Insan Mulia untuk jenjang RA; MIN 1 Bantul dan MIN 2 Bantul untuk MI Negeri; MI Sananul Ula Daraman dan MI Ma'arif Giriloyo 1 untuk MI Swasta; MTsN 9 Bantul dan MTsN 2 Bantul untuk MTs Negeri; MTs Al-Falaah Pandak dan MTs Al-Hadi II untuk MTs Swasta; MAN 2 Bantul dan MAN 3 Bantul untuk MA Negeri; serta MA Darul Mushlihin dan MA Unggulan Al Imdad untuk MA Swasta.
Saeful juga menyampaikan bahwa Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) tingkat DIY akan diselenggarakan pada 17–18 November 2026 dengan Kabupaten Bantul sebagai tuan rumah. Kegiatan tersebut akan dipusatkan di tiga lokasi, yakni MIN 1 Bantul, MTsN 6 Bantul, dan MAN 3 Bantul. Terkait program Pendidikan Profesi Guru (PPG), terdapat 596 guru yang telah mengajukan dan saat ini masih menunggu proses verifikasi dari pusat. Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Madrasah Aliyah berlangsung pada 2–5 November 2026 sehingga perlu dipersiapkan dan dilaksanakan secara maksimal. Selain itu, persiapan penerapan rapor digital madrasah untuk semester ganjil juga perlu menjadi perhatian seluruh satuan pendidikan.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam, Sugito, menginformasikan bahwa seleksi Penghulu Ahli Utama telah dibuka dengan kuota sebanyak lima orang untuk seluruh Indonesia. Ia juga menyampaikan bahwa pada 2–5 November 2026 dilaksanakan diklat penghulu bagi PPPK. Sugito memberikan apresiasi kepada para penyuluh agama yang telah mendampingi kafilah serta berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ tingkat Kabupaten Bantul Tahun 2026.
Dari bidang zakat dan wakaf, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Ayu Dewi, menyampaikan bahwa pada 29 Oktober 2026 pihaknya telah menyerahkan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) kepada BAZNAS Kabupaten Bantul. Ia juga memaparkan sejumlah program unggulan UPZ Kankemenag Bantul yang terbagi dalam lima bidang. Bidang pendidikan melalui UPZ Peduli Pendidikan; bidang kemanusiaan melalui UPZ Sapa Mustahik dan UPZ Tanggap Responsif; bidang ekonomi melalui UPZ Sapa Mustahik Produktif, UPZ Keluarga Berdaya, dan UPZ Kolaborasi; bidang dakwah dan advokasi melalui UPZ Semarak Syiar Islam dan UPZ Sahabat Mualaf; serta bidang amil melalui UPZ Sigap. Ayu Dewi turut mengimbau para Kepala KUA untuk terus melakukan pemantauan terhadap pengajuan dari nazir ke Badan Pertanahan Nasional (BPN), guna memastikan proses administrasi dan layanan pertanahan wakaf berjalan dengan baik.
Pada kesempatan berikutnya, Kasubbag TU, Aminuddin, menekankan pentingnya pemutakhiran data kepegawaian melalui aplikasi Simpeg oleh seluruh ASN. Ia mengingatkan bahwa keakuratan data merupakan tanggung jawab masing-masing pegawai sebagaimana prinsip “Datamu, Tanggung Jawabmu.” Selain itu, ia mengingatkan agar laporan kinerja (Lapkin) diselesaikan paling lambat tanggal 9 setiap bulannya. Keterlambatan penyampaian laporan dapat berdampak pada terhambatnya pemenuhan hak-hak pegawai. Terkait layanan cuti, pihaknya akan melakukan tindak lanjut agar pelaksanaannya semakin baik. Aminuddin juga mengumumkan rangkaian kegiatan dalam rangka menyemarakkan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-81 Kementerian Agama.
Menutup rangkaian pembinaan, Kepala Kankemenag Bantul, Muntolib, menyoroti realisasi serapan anggaran yang telah mencapai 76,64 persen. Ia meminta seluruh unit kerja untuk segera menyusun dan melaksanakan Langkah-Langkah Akhir Tahun (LLAT) agar pelaksanaan anggaran dapat berjalan optimal, tepat waktu, dan sesuai ketentuan.
Muntolib juga mendorong agar layanan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dan layanan wakaf terus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, digitalisasi menjadi salah satu langkah strategis untuk menghadirkan layanan yang lebih responsif, efektif, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Melalui pembinaan PSMP ini, Muntolib berharap seluruh jajaran Kankemenag Bantul semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga integritas dan kualitas pelayanan. Keteladanan pimpinan harus tercermin dalam tindakan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan demikian, predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tidak hanya menjadi capaian yang dipertahankan, tetapi juga menjadi budaya kerja yang terus hidup dan diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Agama. (Dnd)