Lompat ke isi utama
Kankemenag Bantul

PSMP Juli 2026, Kankemenag Bantul Tekankan Optimalisasi Kinerja dan Persiapan Tahun Ajaran Baru Madrasah

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 6 July 2026

Bantul (Kankemenag) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul (Kankemenag Bantul) menyelenggarakan Pembinaan Senin Minggu Pertama (PSMP) Bulan Juli 2026 secara virtual melalui platform Zoom Meeting, Senin (06/07/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan Kankemenag Bantul sebagai forum koordinasi sekaligus penyampaian berbagai kebijakan dan program pada awal semester kedua tahun anggaran 2026.

 

Pembinaan diawali oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam sekaligus Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Sugito. Ia mengimbau para penghulu dan penyuluh agama untuk turut menyukseskan program Indonesia Ber-Kiblat yang akan dilaksanakan pada 15–16 Juli 2026.

 

"Penghulu dan penyuluh agar turut menyukseskan program Indonesia Ber-Kiblat pada 15–16 Juli mendatang. Selain itu, mulai bulan Juli ini pelaporan Early Warning System (EWS) yang sebelumnya dilakukan setiap tiga bulan sekali berubah menjadi setiap bulan. Karena itu, PIC agar dapat menyusun laporan dengan baik," ujar Sugito.

 

Pada kesempatan tersebut, Sugito juga memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan program Lebaran Yatim di Kabupaten Bantul yang telah berjalan dengan baik.

Kankemenag Bantul

Selanjutnya, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Ahmad Musyadad, menyampaikan sejumlah informasi terkait persiapan memasuki tahun ajaran baru. Ia menjelaskan bahwa kegiatan orientasi peserta didik baru di madrasah kini menggunakan nomenklatur baru. "Dulu namanya MATSAMA, sekarang berganti menjadi MATAMUDA atau Masa Ta'aruf Murid Madrasah yang dilaksanakan selama lima hari," jelasnya.

 

Musyadad juga menginformasikan bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan sosialisasi aplikasi GTK terbaru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) telah dilakukan pada 4 Juni 2026, sehingga pemberkasan semester pertama dapat segera dipersiapkan. Ia juga mengingatkan madrasah untuk menyiapkan data peserta didik dalam rangka pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta segera menyelesaikan laporan pertanggungjawaban dana BOS dan BOP.

 

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Dhani Budianto, meminta para penyuluh agama agar mengingatkan madrasah diniyah maupun Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) binaannya untuk segera melakukan pembaruan data pada aplikasi EMIS.

 

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, Suprapto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Daerah (USBD) yang telah berlangsung dengan baik. Ia juga mengimbau guru dan pengawas Pendidikan Agama Islam agar mempelajari kurikulum sebagai persiapan tahun ajaran baru.

 

"Bagi Guru PAI yang telah menerima TPG agar memperhatikan pemenuhan beban jam mengajar sesuai ketentuan. Pengawas juga diminta melakukan pemetaan kebutuhan guru sehingga tidak terjadi kekurangan maupun kelebihan guru PAI," katanya.

 

Pada sesi berikutnya, Kepala Subbagian Tata Usaha, Aminuddin, mengingatkan seluruh ASN agar segera memperbarui data pada aplikasi SIMPEG secara mandiri karena berkaitan langsung dengan sistem penggajian.

Kankemenag Bantul

Pembinaan ditutup oleh Kepala Kankemenag Bantul, Muntolib. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa realisasi kinerja anggaran pada semester pertama telah mencapai 53,45 persen. Menurutnya, capaian tersebut harus terus ditingkatkan agar target semester kedua dapat tercapai secara optimal.

 

"Realisasi kinerja anggaran semester pertama telah mencapai 53,45 persen. Pada semester kedua kita harus semakin optimal agar target dapat tercapai. Peningkatan kompetensi dan kinerja harus menjadi komitmen kita bersama sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin baik," tegas Muntolib.

 

Ia juga mengingatkan seluruh ASN untuk memanfaatkan berbagai kemudahan yang diberikan pemerintah dalam pengembangan karier, termasuk mekanisme kenaikan pangkat yang kini dapat diajukan setiap dua bulan sekali.

 

"Semakin tinggi jenjang jabatan dan kepangkatan, maka harus diiringi dengan peningkatan kualitas kinerja. Jangan sampai ASN yang sudah menduduki jabatan Ahli Madya memiliki kinerja seperti Ahli Pertama, ataupun sebaliknya," pesannya.

 

Terkait pelaksanaan MATAMUDA di madrasah, Muntolib menegaskan agar kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip ramah anak, bebas dari perundungan, serta memperkuat komunikasi antara madrasah dengan orang tua peserta didik.

 

"Pelaksanaan MATAMUDA harus benar-benar ramah anak dan anti perundungan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Kepala madrasah juga harus membangun komunikasi yang baik dengan orang tua sehingga tercipta sinergi dalam mendukung proses pendidikan," pungkasnya. (Dnd)