Lompat ke isi utama
x
MTsN 6 Bantul

Karya P5RA di MTsN 6 Bantul Siap Dijahit: Guru Uraikan Bentuk dan Detail Kain Hasil Kreasi Siswa

Dikirim oleh Sugiyono pada 11 February 2026

Bantul (MTsN 6 Bantul) - Program Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin (P5RA) dengan tema kearifan lokal kembali menunjukkan progres positif. Pada Jumat, (06/02/26) bertempat di ruang waka, Koordinator P5RA Heisma Arya Demokrawati memberikan penjelasan kepada siswa mengenai bentuk dan detail kain yang akan memasuki tahap penjahitan.


Kain yang akan dijahit tersebut merupakan hasil karya siswa yang telah melalui proses panjang dan penuh ketelitian, mulai dari pemolaan desain, proses mencanting, hingga pewarnaan. Setiap tahap dikerjakan secara mandiri oleh siswa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis projek yang menekankan kreativitas, kolaborasi, serta pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal.


Dalam arahannya, Heisma Arya Demokrawati menjelaskan secara rinci letak motif, komposisi desain, serta bagian-bagian kain yang perlu diperhatikan sebelum dijahit. Ia menekankan pentingnya menjaga keselarasan pola agar hasil akhir tetap sesuai dengan konsep yang telah dirancang sejak awal. “Kain ini adalah hasil proses belajar yang tidak singkat. Mulai dari membuat pola, mencanting dengan penuh kesabaran, hingga pewarnaan yang membutuhkan ketelitian. Saat dijahit nanti, pastikan bentuk dan motifnya tetap utuh sehingga nilai kearifan lokal yang sudah kalian tuangkan tidak hilang,” ujar Heisma Arya Demokrawati.


Ia juga menambahkan bahwa tahap penjahitan bukan sekadar proses teknis, melainkan bagian dari penyempurnaan karya. “Melalui P5RA, kita ingin siswa memahami bahwa setiap karya memiliki makna. Menjaga detail berarti menghargai proses dan budaya yang kita angkat dalam projek ini,” imbuhnya.


Dengan memasuki tahap penjahitan, karya P5RA siswa semakin mendekati bentuk akhir sebagai produk siap pakai. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan karya kreatif, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian siswa terhadap kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas budaya mereka. (ist)