Lompat ke isi utama
x
KUA Kasihan

Bimbingan Perkawinan Angkatan 1 Tahun 2026 KUA Kasihan

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 7 January 2026

Bantul (KUA Kasihan) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Kasihan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat melalui penyelenggaraan Bimbingan Perkawinan Angkatan 1 Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bimbingan perkawinan pertama yang dilaksanakan KUA Kasihan pada tahun 2026, sebagai langkah awal pembinaan keluarga sejak dini bagi calon pengantin.


Bimbingan perkawinan tersebut dilaksanakan pada Selasa (06/01/2026), bertempat di Balai Nikah KUA Kasihan, dan diikuti oleh 28 calon pengantin (catin) yang telah terdaftar untuk melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh antusias sebagai bagian dari persiapan menuju kehidupan rumah tangga.


Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Kepala KUA Kasihan, Samanto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa bimbingan perkawinan merupakan program strategis Kementerian Agama yang bertujuan untuk membekali calon pengantin dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam membangun keluarga yang harmonis dan berkelanjutan. Menurutnya, pernikahan tidak hanya sebatas pelaksanaan akad nikah, tetapi merupakan ibadah jangka panjang yang memerlukan kesiapan lahir dan batin.


Lebih lanjut, Samanto menegaskan bahwa tantangan kehidupan rumah tangga di era modern semakin kompleks. Oleh karena itu, calon pengantin perlu memiliki pemahaman yang kuat tentang hak dan kewajiban suami istri, komunikasi efektif, pengelolaan konflik, perencanaan ekonomi keluarga, serta penguatan nilai-nilai keagamaan. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum bimbingan ini sebagai ruang belajar dan diskusi, agar memperoleh bekal yang maksimal sebelum memasuki jenjang pernikahan.


Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi bimbingan perkawinan yang disampaikan oleh para pemateri yang berkompeten, yaitu Samanto, Is’adi Fatah Wijaya, Kurnia Pramujiharso, dan Kurnia Fajrin Ardyan. Masing-masing pemateri menyampaikan materi sesuai dengan bidang dan tugasnya, sehingga peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif dan menyeluruh.


Materi bimbingan meliputi landasan agama dalam perkawinan, tujuan dan hikmah pernikahan, hak dan kewajiban suami istri, komunikasi dalam keluarga, manajemen konflik rumah tangga, perencanaan keluarga, kesehatan keluarga, serta upaya membangun ketahanan keluarga. Penyampaian materi dilakukan secara sistematis dan interaktif, disertai dengan diskusi dan tanya jawab, sehingga peserta dapat berpartisipasi aktif dan mengaitkan materi dengan kondisi nyata yang mungkin akan dihadapi dalam kehidupan berumah tangga.


Selama kegiatan berlangsung, para calon pengantin terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Beberapa peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait permasalahan rumah tangga, pengelolaan keuangan keluarga, pembagian peran antara suami dan istri, hingga cara menyelesaikan perbedaan pendapat secara bijak. Diskusi yang terbangun menunjukkan keseriusan para peserta dalam mempersiapkan diri menuju kehidupan pernikahan yang matang dan bertanggung jawab.


Melalui pelaksanaan bimbingan perkawinan ini, KUA Kasihan berharap para calon pengantin tidak hanya siap secara administratif untuk melangsungkan pernikahan, tetapi juga siap secara mental, emosional, dan spiritual. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi bekal awal bagi calon pengantin dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan rumah tangga dengan bijaksana.


Bimbingan Perkawinan Angkatan 1 Tahun 2026 ini sekaligus menjadi bagian dari upaya preventif KUA Kasihan dalam mendukung program Kementerian Agama untuk menekan angka konflik dan perceraian melalui penguatan edukasi pra-nikah. Ke depan, KUA Kasihan berkomitmen untuk terus melaksanakan bimbingan perkawinan secara berkelanjutan sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat dan kontribusi nyata dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang kuat, harmonis, dan berakhlak mulia. (Nrdn)