Pengukuran Arah Kiblat di Argodadi Sedayu, Lima Titik Berhasil Dikalibrasi Secara Akurat
Bantul (KUA Sedayu) - Komitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang presisi dan terpercaya kembali ditunjukkan oleh KUA Kapanewon Sedayu. Bersama Tim BHRD Kementerian Agama Kabupaten Bantul, kegiatan pengukuran dan kalibrasi arah kiblat dilaksanakan pada Rabu (11/02/2026) mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB di wilayah Argodadi dan sekitarnya.
Sebanyak lima titik berhasil dikalibrasi, meliputi tiga kompleks pemakaman yakni Makam Cemoro Loyo, Makam Jambu, dan Makam Grenjengan Brongkol Argodadi, serta dua mushola yaitu Mushola Baitussalam Sukoharjo Argodadi dan Mushola Darussalam SD 2 Sungapan.
Kegiatan ini bertujuan memastikan arah kiblat sesuai kaidah falakiyah, sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan lebih mantap, tenang, dan sesuai tuntunan syariat.
Tim dari KUA Sedayu yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Nur Soimah, Agus Hidayanti, Miftahur Rozaq, Nova Andriyanto, dan Tuti Elfathoni Eka Dewi. Sementara dari Tim BHRD Kemenag Bantul hadir Totok Yunianta, Aris Nurhadi, Latifah, serta Muhammad Sulkhan.
Pengukuran dilakukan menggunakan metode ilmiah dengan memanfaatkan perhitungan ilmu falak, pengamatan posisi matahari, serta alat bantu ukur seperti kompas presisi dan aplikasi pendukung astronomi. Setiap titik diukur secara teliti untuk memastikan tidak terjadi deviasi arah kiblat.
Totok Yunianta dari Tim BHRD Kemenag Bantul menjelaskan bahwa akurasi arah kiblat sangat penting, baik untuk tempat ibadah maupun area pemakaman. “Pengukuran arah kiblat bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk tanggung jawab ilmiah dan syar’i. Dengan metode yang tepat, kita bisa memastikan kemiringan atau pergeseran yang mungkin terjadi selama ini dapat diluruskan sesuai arah Ka’bah,” jelasnya.
Sementara itu, Nova Andriyanto dari KUA Sedayu menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan berkelanjutan kepada masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Sedayu mendapatkan kepastian arah kiblat yang benar. Ini bagian dari ikhtiar kami menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional dan berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga setempat. Karjo selaku Rois Pedukuhan Brongkol menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kepedulian KUA Sedayu dan Tim BHRD.
“Terima kasih kepada KUA Sedayu dan Tim BHRD Kemenag Bantul. Dengan adanya pengukuran ini, makam kami sudah terkalibrasi arah kiblatnya. Selama ini memang belum pernah dilakukan pengukuran ulang secara pasti. Semoga ke depan semakin banyak makam, masjid, dan mushola yang dapat dikalibrasi,” ungkapnya.
Menurutnya, kepastian arah kiblat di area pemakaman memiliki makna penting sebagai bentuk penghormatan kepada jenazah serta ketenangan bagi keluarga.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akurasi arah kiblat semakin meningkat. Selain itu, sinergi antara KUA, Kementerian Agama, dan masyarakat diharapkan terus terjalin dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di wilayah Sedayu.
Dengan pendekatan ilmiah, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, KUA Sedayu terus berupaya menjadi garda terdepan dalam pelayanan umat. (TE)