Hari Kedua Pendampingan ODM, Kemenag Bantul Fokuskan Praktik Pengelolaan Data EMIS
Bantul (Kankemenag Bantul) - Memasuki hari kedua pelaksanaan Pendampingan Operator Data Madrasah (ODM), Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Bantul kembali melaksanakan kegiatan pendampingan pada Kamis (30/7/2026) bertempat di Aula Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pendampingan hari pertama sebagai upaya meningkatkan kompetensi operator data madrasah dalam menghadapi Tahun Ajaran 2026/2027.
Seperti pada pelaksanaan sebelumnya, pendampingan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh Operator Data Madrasah jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), sedangkan sesi kedua diikuti oleh operator jenjang Raudhatul Athfal (RA). Pembagian sesi tersebut dilakukan agar proses pendampingan berjalan lebih efektif dan setiap peserta memperoleh kesempatan berdiskusi secara intensif sesuai dengan karakteristik pengelolaan data pada masing-masing jenjang. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Para operator mengikuti setiap materi dengan penuh perhatian dan aktif menyampaikan berbagai pertanyaan maupun kendala yang dihadapi dalam pengelolaan data di madrasah. Suasana diskusi berlangsung interaktif sehingga berbagai permasalahan teknis dapat dibahas dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
Pendampingan hari kedua kembali menghadirkan dua narasumber yang telah mendampingi peserta pada hari sebelumnya, yaitu Sunarni dan Heri Susanto. Keduanya memberikan pendampingan secara langsung dengan pendekatan yang lebih aplikatif sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teori, tetapi juga dapat mempraktikkan setiap tahapan pengelolaan data. Fokus utama pendampingan hari kedua adalah praktik penggunaan aplikasi EMIS. Para peserta diajak untuk melakukan simulasi sekaligus praktik langsung dalam melakukan input dan pembaruan data peserta didik serta data guru pada aplikasi EMIS. Melalui metode praktik tersebut, operator dapat memahami alur pengisian data secara benar, mengenali potensi kesalahan yang sering terjadi, serta memperoleh solusi terhadap berbagai kendala teknis yang ditemui selama proses penginputan.
Dengan pendampingan yang bersifat praktik langsung, para operator diharapkan semakin percaya diri dalam mengelola data madrasah secara mandiri dan mampu memastikan data yang diinput memenuhi prinsip valid, akurat, dan mutakhir. Data yang berkualitas akan menjadi fondasi penting dalam mendukung berbagai layanan administrasi, perencanaan program, hingga penyaluran bantuan pendidikan di lingkungan madrasah.
Melalui rangkaian pendampingan selama dua hari ini, Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Bantul menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan memperkuat kapasitas Operator Data Madrasah sebagai mitra strategis dalam mewujudkan transformasi digital dan tata kelola pendidikan madrasah yang profesional, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan. (Masruri)