Lompat ke isi utama
MAN 4 Bantul

Tak Hanya Belajar Memimpin, Peserta LDK MAN 4 Bantul Dibekali Strategi Kelola Organisasi dan Anggaran

Dikirim oleh Fidela alma pada 25 September 2026

Bantul (MAN 4 Bantul) – Setelah resmi dibuka pada Jumat (25/9/2026), rangkaian Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) MAN 4 Bantul berlanjut dengan pembekalan materi manajemen organisasi dan pengelolaan anggaran. Bertempat di Aula MAN 4 Bantul, kedua materi tersebut diberikan untuk membekali para peserta dengan kemampuan mengelola organisasi secara efektif, terarah, dan bertanggung jawab.

 

Materi pertama bertajuk Manajemen Organisasi disampaikan oleh Amalia Rahimsyah. Memiliki pengalaman sebagai aktivis, pembawa acara, moderator, pembicara publik, hingga pengisi suara, Amalia menyampaikan materi secara interaktif dan komunikatif. Pengalamannya di berbagai bidang tersebut membuat pembahasan mengenai manajemen organisasi terasa lebih dekat dengan kehidupan dan aktivitas para peserta.

 

Dalam penyampaiannya, Amalia menekankan bahwa seorang pemimpin tidak dituntut untuk mengerjakan seluruh tugas organisasi seorang diri. Sebaliknya, pemimpin perlu mampu menggerakkan anggota dan memastikan setiap individu memahami peran serta tanggung jawabnya.

 

“Pemimpin itu tidak bekerja sendiri, tetapi dia memastikan seluruh anggotanya tahu apa tugasnya,” tegas Amalia di hadapan peserta LDK.

 

Ia juga menjelaskan pentingnya membangun alur kerja organisasi yang sehat melalui pembagian tugas yang jelas, komunikasi terbuka antarbidang, serta sikap saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama. Materi tersebut mendapat respons positif dari peserta yang aktif berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan selama sesi berlangsung.


MAN 4 Bantul

 

Memasuki sesi kedua, pembekalan dilanjutkan dengan materi Pengelolaan Anggaran yang disampaikan oleh Febi Setyawati. Materi ini mengajak peserta memahami pentingnya perencanaan dan pengelolaan keuangan dalam mendukung keberlangsungan program kerja organisasi.

 

Febi membekali peserta dengan pemahaman mengenai penyusunan estimasi biaya yang realistis, efisien, dan transparan. Ia juga mengajak para peserta memahami bahwa penyusunan anggaran bukan sekadar mencatat angka, melainkan bagian dari tanggung jawab dalam memastikan kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

 

Sesi tersebut diikuti oleh 80 peserta yang merupakan perwakilan inti dari delapan organisasi murid di MAN 4 Bantul. Setiap organisasi mengirimkan 10 pengurus untuk mengikuti pembekalan mengenai tata kelola keuangan organisasi.

 

Antusiasme peserta terlihat ketika mereka mencatat materi mengenai penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam mengantisipasi kebutuhan tidak terduga selama pelaksanaan kegiatan. Melalui materi tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mampu menyusun program kerja yang kreatif, tetapi juga memiliki kecakapan dalam merencanakan dan mengelola anggaran secara bijak serta akuntabel.

 

Pembekalan manajemen organisasi dan pengelolaan anggaran menjadi bagian penting dalam rangkaian LDK MAN 4 Bantul. Melalui kedua materi tersebut, para peserta diharapkan memiliki bekal untuk menjalankan organisasi secara lebih terarah, membangun kerja sama yang solid, serta mengelola setiap program dan sumber daya organisasi dengan penuh tanggung jawab. (lel/ica)-al