Lompat ke isi utama
MAN 3 Bantul

Pendampingan Adiwiyata, Langkah MAN 3 Bantul Bangun Karakter Cinta Lingkungan

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 25 September 2026

Bantul - (MAN 3 Bantul) MAN 3 Bantul menggelar kegiatan Pendampingan Tim Adiwiyata sebagai bagian dari persiapan menuju madrasah Adiwiyata, Jumat (25/09/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30--09.30 WIB tersebut bertempat di Ruang Meeting MAN 3 Bantul. Kegiatan pendampingan ini menghadirkan narasumber, Ririn Kuswarini, pengawas pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bantul.

 

Kepala madrasah, Suyanto mengungkapkan MAN 3 Bantul senantiasa membangun budaya peduli lingkungan  untuk menciptakan ruang belajar yang nyaman. “Lingkungan yang asri dan nyaman akan mendukung proses belajar anak-anak. MAN 3 Bantul membangun budaya cinta lingkungan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini merepresentasikan nilai ekoteologi yang senantiasa dijaga di madrasah,” tutur Suyanto.

 

Dalam pembina tersebut, Ririn Kuswarini menjelaskan komponen sekolah/madrasah adiwiyata. Pembahasan menyeluruh disampaikan narasumber, meliputi dokumen administrasi dan langkah aksi menuju madrasah adiwiyata.  Dari aspek administrasi, nilai-nilai adiwiyata dituangkan dalam visi, misi dan tujuan dokumen kurikulum. Sementara itu, aspek aksi, Ririn menekankan program adiwiyata bertujuan untuk membangun karakter murid yang memiliki kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan. Keberhasilan adiwiyata perlu terlihat dalam perubahan perilaku dan kebiasaan seluruh warga madrasah, terutama murid.

 

"Adiwiyata sasarannya adalah karakter murid yang cinta lingkungan, lebih dari sekadar administrasi atau fokus pada pembiayaan kegiatan. Hal yang paling penting adalah pembiasaan," jelas Ririn.

MAN 3 Bantul

Pembentukan karakter peduli lingkungan, menurut Ririn, dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Murid perlu mendapatkan pengetahuan yang komprehensif tentang lingkungan melalui kegiatan pembelajaran, kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler,  serta mempraktikkannya secara langsung.

 

Sebagai contoh, pendidikan di Jepang menunjukkan bagaimana pembentukan karakter anak sejak jenjang pendidikan dasar banyak dilakukan melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak dibiasakan bertanggung jawab terhadap kebersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah. Aktivitas kebersihan bahkan dapat dikemas menjadi kegiatan yang melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan kerja sama, termasuk kegiatan membersihkan atau mengepel lingkungan sekolah.

 

Hal tersebut menjadi refleksi bahwa pendidikan lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Membuang dan memilah sampah, menjaga kebersihan kelas, merawat tanaman, menghemat air dan listrik, serta menjaga fasilitas madrasah merupakan kebiasaan yang apabila dilakukan secara konsisten dapat membentuk karakter peduli lingkungan.

 

Oleh karena itu, persiapan MAN 3 Bantul menuju madrasah Adiwiyata diarahkan untuk menciptakan budaya madrasah yang berwawasan lingkungan. Program Adiwiyata diharapkan mampu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga madrasah. sehingga membentuk murid dan segenap civitas madrasah yang peduli, bertanggung jawab, disiplin, dan cinta lingkungan.

 

Koordinasi Tim Adiwiyata ini menjadi langkah penting untuk menyatukan persepsi dan menyusun strategi agar program dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Melalui semangat "membiasakan dan melibatkan semua unsur", MAN 3 Bantul berkomitmen menjadikan lingkungan madrasah sebagai ruang belajar nyata bagi tumbuhnya karakter peduli lingkungan. (Mel/Sal)