Lompat ke isi utama
x
MA Madania

Workshop Guru MA Madania Bantul: Mengajar dengan Makna, Menebar Cinta melalui Pembelajaran Mendalam

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 13 January 2026

Bantul (MA Madania Bantul) - Madrasah Aliyah Madania Bantul terus meneguhkan komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan makna dan nilai kemanusiaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Workshop Guru bertema “Mengajar dengan Makna: Menebar Cinta melalui Pembelajaran Mendalam”, yang dilaksanakan di lingkungan MA Madania Bantul pada hari Selasa (13/01/2026), dan diikuti oleh guru, pegawai dan PJ ekstrakurikuler. Hadir membersamai Suyanta selaku ketua Yayasan dan Anshori, ketua komite beserta perwakilan jajaran pengurus yaitu Aldi Garibaldi, S. Suanti Putri dan Tiyas Yasinta.


Workshop ini menjadi ruang reflektif dan transformatif bagi para guru dalam memperkuat praktik pembelajaran yang selaras dengan implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025, khususnya pada penguatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang berlandaskan nilai cinta, empati, dan kemanusiaan dalam pendidikan madrasah.


Hadir sebagai narasumber utama, Heni Prilantari, Pengawas Pembina Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, yang menyampaikan materi secara inspiratif dan membumi. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pembelajaran mendalam bukan semata tentang capaian kognitif, tetapi tentang bagaimana guru mampu menghadirkan proses belajar yang bermakna, menyentuh hati, dan membentuk karakter murid secara utuh.


“Mengajar dengan makna berarti guru hadir secara utuh tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi menanamkan nilai, menebar cinta, dan membangun kesadaran murid sebagai manusia yang beriman, berakhlak, dan berdaya,” ungkap Heni Prilantari.

MA Madania


Ia juga menekankan bahwa semangat KMA No. 1503 Tahun 2025 memberi ruang luas bagi madrasah untuk menghadirkan pembelajaran yang humanis, reflektif, dan kontekstual, di mana guru menjadi teladan cinta dalam setiap proses belajar-mengajar.


Kegiatan workshop berlangsung interaktif, diperkaya dengan diskusi reflektif, studi praktik pembelajaran mendalam, serta perumusan strategi pembelajaran berbasis cinta yang dapat langsung diimplementasikan di kelas. Para guru diajak merefleksikan kembali peran mereka sebagai pendidik yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membersamai tumbuhnya karakter dan kesadaran murid.


Kepala MA Madania Bantul, Anis Fatiha menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari ikhtiar madrasah dalam membangun ekosistem pendidikan yang selaras dengan visi madrasah, yaitu melahirkan generasi muslim yang unggul dalam kepribadian, kreatif, inovatif, mandiri, dan berwawasan rahmatan lil ‘alamin.


“Kami ingin guru-guru MA Madania Bantul tidak sekadar hebat dalam metode, tetapi kuat dalam makna. Mengajar dengan cinta adalah fondasi utama dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berdaya,” ujar Anis.


Melalui workshop ini, MA Madania Bantul berharap lahir praktik-praktik pembelajaran yang lebih bermakna, mendalam, dan berorientasi pada pembentukan insan beriman dan berakhlak mulia, sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama dalam menghadirkan madrasah yang unggul dan humanis. (Ans)