Tenaga Pendidik MTsN 4 Bantul Mengikuti Sosialisasi IFP
Bantul (MTsN 4 Bantul) - MTsN 4 Bantul di sela-sela pembelajaran di kelas, tenaga pendidk dikumpulkan di ruang laboratorium komputer untuk mengikuti sosialisasi Interactive Flat Panel (IFP) yang dipandu oleh Setya Budi Joko Agung, guru Teknik Informatika (TI) MTsN 4 Bantul pada Selasa (28/07/2026). IFP adalah perangkat layar sentuh digital serbaguna (all-in-one), papan tulis interaktif, dan komputer yang dipakai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar atau presentasi modern. Perangkat ini menggantikan papan tulis biasa dengan sistem digital beresolusi tinggi. Fungsi utama IFP layar sentuh mendukung sentuhan jari secara bersamaan (multi-touch) untuk menulis, menggambar, atau menggeser objek langsung di layar. Media multimedia juga digunakan untuk memutar video, menampilkan animasi 3D, dan membuka kuis interaktif dengan mudah. Koneksi digital yang terhubung ke internet, aplikasi pendukung, serta sistem penyimpanan cloud untuk membagikan catatan melalui QR code.
Pelatihan IFP adalah program bimbingan teknis bagi pendidik untuk menguasai instalasi, konfigurasi, dan penggunaan papan interaktif digital dalam mendukung program digitalisasi kelas. Pelatihan ini umumnya mencakup pengenalan fitur perangkat keras dan lunak, praktik pembuatan media pembelajaran interaktif, serta simulasi mengajar di kelas. Materi utama pelatihan meliputi pengenalan perangkat cara instalasi, konfigurasi jaringan, dan perawatan fisik layar IFP. Fitur interaktif pemanfaatan papan tulis digital, aplikasi kuis, dan ruang kolaborasi murid praktik pembelajara Integrasi media digital ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari yang turut mengikuti kegiatan ini memberikan apresiasi kepala seluruh guru yang hadir mengikuti Pelatihan IFP program bimbingan teknis bagi pendidik untuk menguasai instalasi, konfigurasi, dan penggunaan papan interaktif digital dalam mendukung program digitalisasi kelas. “Semoga kedepan dengan memaksimalkan penggunaan IFP bukan sekadar aset atau pajangan seremonial, melainkan media modern untuk mendongkrak kualitas belajar mengajar, mengubah paradigma mengajar tinggalkan metode satu arah (kaku) dan beralihlah ke pembelajaran yang aktif, kreatif, kolaboratif, serta berpusat pada siswa dan selain mengoperasikan, guru wajib menjaga instalasi, konfigurasi, dan perawatan fisik aset digital madrasah ini,” pesan Sugeng Muhari. (Latif)