Tanamkan Pelestarian Budaya, Guru MTsN 9 Bantul Ajak Siswa Buat Motif Batik Wahyu Tumurun Ngayogyakarta
Bantul (MTsN 9 Bantul)–Dalam upaya menanamkan nilai-nilai pelestarian budaya lokal, guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila di MTsN 9 Bantul, Agung Setyo Winarso, mengajak siswa kelas VIII untuk membuat motif batik khas Yogyakarta, yaitu batik wahyu tumurun, Rabu (12/03/2025). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran kreatif yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dengan materi Pendidikan Pancasila.
Batik wahyu tumurun merupakan salah satu motif batik tradisional Yogyakarta yang sarat dengan makna filosofis. Motif ini menggambarkan turunnya wahyu atau berkah dari Tuhan Yang Maha Esa, yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang pentingnya melestarikan budaya, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam motif batik tersebut.
Agung, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengajak siswa lebih mengenal dan mencintai budaya lokal.
“Kita ingin siswa tidak hanya memahami teori tentang Pancasila, tetapi juga bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui pelestarian budaya. Batik wahyu tumurun dipilih karena motifnya yang indah dan penuh makna,” ujarnya.
Dalam praktiknya, siswa diajak untuk menuangkan kreativitas mereka dengan menggambar motif batik wahyu tumurun pada kertas A3. Setiap siswa diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan motif sesuai dengan imajinasi mereka, tetapi tetap mempertahankan ciri khas dari batik wahyu tumurun.
Dengan semangat melestarikan budaya, MTsN 9 Bantul membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya tentang teori, tetapi juga tentang praktik nyata yang mengakar pada nilai-nilai luhur bangsa. (asw)