Sultan HB X Jadi Pembina Upacara Hari Jadi Bantul, MTsN 4 Bantul Turut Ambil Bagian
Bantul (MTsN 4 Bantul) - MTsN 4 Bantul turut berpartisipasi dalam Upacara Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul yang diselenggarakan pada Senin (20/07/2026) di Lapangan Trirenggo, Bantul. Mengusung tema "Dharmaning Satriya Akarya Raharjaning Nagari", kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, pelajar, ASN, TNI/Polri, dan instansi pemerintah. MTsN 4 Bantul mengirimkan 30 murid, delapan guru pendamping, serta diikuti langsung oleh Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menjadi Inspektur Upacara dalam peringatan ini. Peringatan hari jadi tahun ini terasa istimewa karena seluruh rangkaian upacara dilaksanakan menggunakan tata upacara dan bahasa Jawa. Nuansa budaya yang kental menjadi wujud pelestarian warisan leluhur sekaligus memperkuat identitas masyarakat Bantul yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan gotong royong.
Dalam amanatnya, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengamalkan semangat tema Dharmaning Satriya Akarya Raharjaning Nagari, yakni mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan kerja nyata demi terwujudnya Kabupaten Bantul yang semakin maju, sejahtera, dan berbudaya. Sultan juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi memerlukan peran aktif seluruh masyarakat, termasuk generasi muda, dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari, menyampaikan bahwa keikutsertaan madrasah dalam upacara Hari Jadi Kabupaten Bantul merupakan sarana menanamkan nilai nasionalisme, cinta budaya, dan karakter kepada para murid. "Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar menghargai sejarah daerah, memahami pentingnya melestarikan budaya Jawa, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kabupaten Bantul. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa," ungkapnya.(yul)