Siswi MTs Al-Falaah Pandak Laksanakan Kunjungan Edukatif ke PMI Kabupaten Bantul
Bantul (MTs Al-Falaah Pandak) – Sebanyak 20 siswi yang tergabung dalam ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di bawah program Pengembangan Potensi Siswa (PPS) MTs Al-Falaah Pandak melakukan kunjungan edukatif ke kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul pada Minggu (01/02/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman siswa mengenai kemanusiaan dan teknis donor darah.
Hadir mendampingi para siswi, Wakil Kepala Urusan Kesiswaan, Candra Dewi Sustyawati, serta pelatih ekstrakurikuler PMR, Nhoer Pama. Selama kunjungan, para siswi menerima materi intensif yang disampaikan oleh praktisi dari PMI Bantul, yakni Erna Estiana dan Balqis Nur Choir.
Materi utama yang disampaikan meliputi prosedur donor darah, syarat menjadi pendonor, manfaat donor darah bagi kesehatan, hingga pengelolaan stok darah di tingkat kabupaten. Para siswi tampak antusias memperhatikan penjelasan mengenai bagaimana setetes darah dapat menyelamatkan nyawa sesama.
Kepala MTs Al-Falaah Pandak, Ashlihatul Lathifah menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terlaksananya kegiatan luar kelas ini. Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya pembentukan karakter peduli sesama bagi para siswi.
"Kunjungan ke PMI Bantul ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan upaya madrasah untuk menanamkan jiwa kerelawanan dan empati pada diri siswi. Kami berharap ilmu yang didapat dari para ahli di PMI bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan menumbuhkan semangat berbagi melalui donor darah di masa depan," ujar Ashlihatul Lathifah.
Senada dengan hal tersebut, Waka Kesiswaan, Candra Dewi Sustyawati menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan materi yang selama ini dipelajari di sekolah.
"Kami ingin para siswi melihat langsung bagaimana instansi kemanusiaan seperti PMI bekerja secara profesional. Dengan bertemu langsung dengan pemateri seperti Ibu Erna dan Ibu Balqis, harapannya pemahaman mereka tentang donor darah menjadi lebih komprehensif," ungkap Candra Dewi.
Sebagai pelatih yang membina teknis lapangan para siswi, Nhoer Pama menekankan bahwa pengalaman langsung di PMI akan sangat membantu dalam kesiapan mental anggota PMR saat bertugas di sekolah maupun di masyarakat.
"Melalui kunjungan ini, saya ingin anak-anak PMR tidak hanya jago dalam teori P3K saja, tapi juga memiliki wawasan luas tentang sistem kemanusiaan yang lebih besar seperti donor darah. Kedisiplinan dan rasa tanggung jawab yang mereka lihat di PMI hari ini diharapkan menjadi standar bagi mereka dalam menjalankan peran sebagai relawan remaja," tegas Nhoer Pama.
Salah satu peserta kunjungan, Amanda Salvia Khairunisa, mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, pengalaman berkunjung langsung ke PMI Bantul memberikan perspektif baru baginya sebagai anggota PMR.
"Seru sekali karena kami jadi tahu proses di balik layar donor darah. Kesannya sangat mendalam karena ternyata peran remaja dalam mensosialisasikan donor darah itu penting banget. Pesan saya untuk teman-teman, jangan takut donor darah kalau sudah cukup umur nanti, karena itu sangat membantu orang lain," tutur Amanda.
Dalam acara tersebut, beberapa siswi juga berkesempatan untuk mengikuti pengecekan golongan darah secara langsung. Besar harapan agar melalui kegiatan ini, para siswi dapat menjadi penggerak kegiatan kemanusiaan di lingkungan sekolah serta semakin termotivasi untuk berkontribusi aktif dalam misi-misi sosial di masa yang akan datang.(nrl)