Lompat ke isi utama
KUA Kasihan

Sinergi Lintas Sektor, Penyuluh Agama KUA Kasihan dan Pegawai Puskesmas 1 Kasihan Gelar Pembinaan Al-Qur’an

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 19 September 2026

Bantul (K) — ( KUA Kasihan,18 Sept.2026 ) Sinergi lintas sektor terus dibangun dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Pembinaan Al-Qur’an dalam Program Pilar Masjid yang melibatkan Penyuluh Agama KUA Kasihan, Hadir Syah Fathi Azzatia, Nurudin dan Yulianta. Sedang pegawai Puskesmas 1 Kasihan hadir salah satu dokter yang aktif ikut  membina yaitu Siti Fauziah.

 

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara sektor keagamaan dan kesehatan dalam menghadirkan pembinaan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada kesehatan jasmani, tetapi juga memperhatikan kesehatan rohani dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

 

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama KUA Kasihan memberikan pembinaan Al-Qur’an kepada para peserta. Materi pembinaan diarahkan pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an, serta upaya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

 

Penyuluh Agama Kasihan, Yulianta, menyampaikan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang religius, berilmu, sehat, dan memiliki kepedulian sosial.“Program Pilar Masjid tidak hanya berbicara tentang bagaimana memakmurkan masjid, tetapi juga bagaimana masjid menjadi pusat pembinaan masyarakat. Al-Qur’an menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun pribadi dan masyarakat yang lebih baik,” ujarnya.

 

Menurutnya, keterlibatan pegawai Puskesmas dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Masjid dapat menjadi ruang yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat untuk saling menguatkan dalam kebaikan.Sementara itu, keterlibatan Puskesmas 1 Kasihan menjadi bagian penting dari semangat kolaborasi lintas sektor. Kesehatan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan ketenangan jiwa, pola hidup yang baik, serta lingkungan sosial yang mendukung.

 

Melalui kegiatan tersebut, para pegawai Puskesmas tidak hanya menjalankan tugas pelayanan kesehatan, tetapi juga turut mengambil bagian dalam kegiatan pembinaan keagamaan bersama Penyuluh Agama.Program Pilar Masjid Kasihan diharapkan dapat terus berkembang menjadi wadah pembinaan yang melibatkan berbagai unsur, baik pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh agama, takmir masjid, penyuluh, maupun masyarakat.Sinergi tersebut sejalan dengan semangat membangun masyarakat melalui masjid sebagai pusat ilmu, ibadah, pembinaan, dan pemberdayaan umat.Kegiatan pembinaan Al-Qur’an ini juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali bahwa masjid bukan hanya tempat pelaksanaan ibadah mahdhah, tetapi dapat menjadi pusat kegiatan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

 

Dengan adanya kolaborasi antara Penyuluh Agama KUA Kasihan dan Puskesmas 1 Kasihan, Program Pilar Masjid diharapkan mampu menghadirkan model pembinaan masyarakat yang lebih komprehensif: sehat jasmani, sehat rohani, dekat dengan Al-Qur’an, serta peduli terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.Ke depan, sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat terus diperkuat melalui berbagai kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid, sehingga keberadaan masjid semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat di Kapanewon Kasihan.(Yul)