Lompat ke isi utama
KUA Kasihan

KUA Kasihan dan MI Muhammadiyah Jogonalan Evaluasi Kerja Sama Pembinaan BTQ dan Tahfidz Al-Qur’an

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 17 September 2026

Bantul (KUA Kasihan) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kasihan bersama Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Jogonalan melaksanakan evaluasi kerja sama dalam bidang Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dan tahfidz Al-Qur’an pada Kamis (17/09/2026). Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan program yang selama ini telah berjalan sekaligus mengidentifikasi berbagai hal yang perlu ditingkatkan dalam pembinaan peserta didik.


Kerja sama antara KUA Kasihan dan MI Muhammadiyah Jogonalan dalam bidang BTQ dan tahfidz merupakan bentuk sinergi dalam memperkuat pendidikan keagamaan bagi siswa. Melalui keterlibatan penyuluh agama Islam diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca dan menulis Al-Qur’an sekaligus mendorong tumbuhnya semangat untuk menghafalkan Al-Qur’an. Dalam kegiatan evaluasi tersebut, KUA Kasihan melibatkan sejumlah penyuluh agama yang selama ini turut berperan dalam pelaksanaan pembinaan. Para penyuluh yang ikut serta yaitu Choiruman, Syahfati Azzatia, Nurunnisa Baihaqi, Nurul Aini, dan Nurudin.


Evaluasi menjadi bagian penting dalam keberlangsungan sebuah program kerja sama. Melalui evaluasi, pihak KUA Kasihan dan MI Muhammadiyah Jogonalan dapat melihat sejauh mana kegiatan BTQ dan tahfidz telah berjalan, perkembangan kemampuan siswa, serta berbagai kendala yang mungkin ditemui selama proses pembinaan.


Dalam bidang BTQ, evaluasi diarahkan pada perkembangan kemampuan siswa dalam membaca dan menulis Al-Qur’an. Kemampuan tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam pembelajaran Al-Qur’an, sehingga diperlukan pembinaan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing siswa.


Sementara dalam bidang tahfidz, evaluasi dilakukan terhadap perkembangan hafalan peserta didik, termasuk konsistensi dalam menghafal dan melakukan murojaah. Pembinaan tahfidz membutuhkan proses yang berkesinambungan karena hafalan tidak hanya perlu ditambah, tetapi juga harus dijaga melalui pengulangan secara rutin.


Keterlibatan penyuluh agama KUA Kasihan dalam program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi penyuluhan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Lingkungan pendidikan menjadi salah satu ruang strategis bagi penyuluh untuk turut memberikan pendampingan kepada generasi muda, khususnya dalam penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an dan pembentukan kecintaan terhadap Al-Qur’an.


Evaluasi yang dilakukan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara KUA Kasihan dengan pihak MI Muhammadiyah Jogonalan. Berbagai masukan dari pihak yang terlibat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pembinaan berikutnya agar program dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.


Selain melihat aspek kemampuan membaca dan hafalan, pembinaan Al-Qur’an juga diharapkan memberikan dampak terhadap pembentukan karakter siswa. Kegiatan membaca, menghafal, dan mempelajari Al-Qur’an secara rutin dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kesabaran, ketekunan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap ajaran Islam.


Dengan adanya evaluasi secara berkala, program kerja sama tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta didik. Hasil evaluasi dapat menjadi dasar untuk memperbaiki metode pembelajaran, meningkatkan pendampingan, serta menyusun kegiatan lanjutan yang lebih sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan siswa.


KUA Kasihan dan MI Muhammadiyah Jogonalan berkomitmen untuk terus menjaga sinergi dalam bidang pembinaan keagamaan. Kerja sama yang telah berjalan tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian jumlah hafalan, tetapi juga pada kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an dengan baik serta menumbuhkan kecintaan dan kebiasaan berinteraksi dengan Al-Qur’an.


Melalui evaluasi tersebut, kedua pihak dapat melihat kembali perjalanan program sekaligus mempersiapkan langkah-langkah pengembangan ke depan. Kehadiran para penyuluh KUA Kasihan diharapkan terus memberikan kontribusi dalam mendampingi dan memotivasi para siswa agar semakin bersemangat mempelajari Al-Qur’an.


Program BTQ dan tahfidz ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara KUA dan lembaga pendidikan dalam memberikan penguatan pendidikan agama kepada generasi muda. Dengan evaluasi dan koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan, kerja sama tersebut diharapkan dapat terus berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi siswa, madrasah, dan masyarakat di wilayah Kapanewon Kasihan. (Nrdn)