Lompat ke isi utama
IPARI Bantul

IPARI Bantul Salurkan Dana Peduli NTT, Wujud Kepedulian Penyuluh Agama untuk Sesama

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 17 September 2026

Bantul (IPARI Bantul) – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bantul menunjukkan kepedulian dan solidaritas sosial terhadap masyarakat yang terdampak musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepedulian tersebut diwujudkan melalui penggalangan dana kemanusiaan yang berhasil menghimpun bantuan sebesar Rp6.027.500.

 

Dana tersebut secara resmi disalurkan melalui IPARI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk selanjutnya diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan di NTT. Secara resmi Penyaluran dana dilaksanakan pada Rabu (16/09/2026) dan menjadi bagian dari ikhtiar penyuluh agama untuk menghadirkan nilai-nilai kepedulian, solidaritas, dan gotong royong di tengah masyarakat.

 

Penyerahan dana dilakukan oleh Ketua IPARI Kabupaten Bantul, Sri Sumiyatun, dengan disaksikan oleh Nuraeni, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Agama Kabupaten Bantul, serta para penyuluh agama se-Kabupaten Bantul.

 

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pengumpulan dan penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian keluarga besar penyuluh agama terhadap sesama. Di tengah berbagai persoalan sosial dan bencana yang terjadi, para penyuluh agama berupaya menjadikan nilai-nilai keagamaan tidak berhenti pada penyampaian materi keagamaan, tetapi diwujudkan dalam aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

 

Ketua IPARI Kabupaten Bantul, Sri Sumiyatun, menyampaikan bahwa dana yang terkumpul merupakan hasil kepedulian dan kebersamaan para penyuluh agama di Kabupaten Bantul.

 

Menurutnya, setiap bantuan, berapa pun nilainya, memiliki arti penting ketika diberikan dengan keikhlasan dan kepedulian. “Dana yang terkumpul ini merupakan wujud kepedulian bersama para penyuluh agama di Kabupaten Bantul. Nilainya mungkin tidak besar jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat yang terdampak musibah, tetapi kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi penyambung kepedulian dari Bantul untuk saudara-saudara kita di NTT,” ujar Sri Sumiyatun.

 

Sementara itu, Nuraeni, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Agama Kabupaten Bantul, mengapresiasi gerakan penggalangan dana yang dilakukan oleh IPARI Bantul.

 

Menurut Nuraeni, kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah merupakan bagian dari tanggung jawab moral sekaligus sosial seorang penyuluh agama.

 

“Penyuluh agama tidak hanya hadir untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga harus mampu menerjemahkan nilai agama dalam kehidupan sosial. Kepedulian, empati, gotong royong, dan membantu sesama adalah nilai yang harus terus kita hidupkan,” ungkap Nuraeni.

 

Dari Bantul untuk NTT, bantuan tersebut menjadi simbol sederhana tentang besarnya arti kebersamaan. Sebuah kepedulian yang dihimpun bersama diharapkan mampu menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit. (Sri)

IPARI Bantul