PSMP Oktober 2026, Kankemenag Bantul Tekankan Pengelolaan Benturan Kepentingan dan Kebijakan Berdampak
Bantul (Kankemenag) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul (Kankemenag Bantul) menyelenggarakan Pembinaan Senin Minggu Pertama (PSMP) Bulan Oktober 2026 secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (05/10/2026). Kegiatan pembinaan disampaikan oleh Kepala Kantor, Kepala Subbagian Tata Usaha, serta para Kepala Seksi di lingkungan Kankemenag Bantul.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), Sugito, menyampaikan sejumlah agenda yang akan dilaksanakan pada Oktober 2026. Salah satunya adalah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Bantul yang akan diselenggarakan bersama Pemerintah Kabupaten Bantul.
“Pemkab Bantul bersama Kankemenag Bantul akan menyelenggarakan MTQ pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Kegiatan dipusatkan di Parasamya Kabupaten Bantul dan beberapa perlombaan akan dilaksanakan di Kankemenag Bantul,” jelas Sugito.
Sementara itu, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Ayu Dewi Ratnasari, menyampaikan sejumlah program yang akan dilaksanakan pada Oktober, khususnya terkait penguatan tata kelola zakat dan wakaf.
“Di bidang zakat, pembinaan diarahkan pada penataan kepengurusan dan penguatan administrasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT), serta pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Kabupaten Bantul,” terang Ayu.
Ia menambahkan, pada Oktober pihaknya akan menyelesaikan pengawasan dan pembinaan terhadap dua LAZ di Kabupaten Bantul. Selain itu, akan dilaksanakan monitoring Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) di KUA Piyungan, KUA Kretek, dan KUA Sewon.
“Untuk bidang wakaf, fokus kegiatan pada bulan Oktober adalah persiapan pengangkatan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Bantul periode 2026–2029,” imbuhnya.
Perhatian untuk Madrasah dan Guru
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Saeful Hadi, menyampaikan sejumlah agenda yang perlu menjadi perhatian seluruh madrasah. Salah satunya adalah pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang akan berlangsung pada Senin dan Selasa. “Seluruh pihak diharapkan memberikan dukungan dan doa agar perwakilan Kabupaten Bantul dapat lolos ke tingkat nasional,” ungkap Saeful.
Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) diikuti seluruh peserta sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Terkait pembagian seragam untuk jenjang MI dan MTs, Saeful mengingatkan agar pelaksanaannya mengikuti surat yang telah diterbitkan oleh dinas. Persiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang MA juga perlu dikawal dan dipersiapkan secara optimal.
Saeful turut menyampaikan apresiasi atas selesainya pelaksanaan BAP BOS di seluruh madrasah. Selain itu, pada 20–21 Oktober 2026 akan dilaksanakan Gemini Academy Madrasah (GEMA) AI pada sore hari. Masing-masing madrasah diminta mengirimkan minimal satu orang perwakilan untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Seksi Pais Dorong Peningkatan Kompetensi GPAI
Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Pais), Suprapto, menyampaikan bahwa pada 3 Oktober 2026 telah dilaksanakan Ujian Peningkatan Tartil Batch 1 yang diikuti 40 Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) se-Kabupaten Bantul.
Selanjutnya akan dilaksanakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) PAI. Bagi GPAI yang belum mengikuti PPG, Suprapto mengimbau agar memantau aplikasi SIAGA secara berkala.
“Berdasarkan data awal, terdapat 44 GPAI yang akan diminta melengkapi data sebagai bagian dari proses pendaftaran PPG. Karena itu, kami mohon agar aplikasi SIAGA dipantau secara berkala,” ujarnya.
Selain PPG, Seksi PAI juga akan menyelenggarakan PAI Award sebagai upaya meningkatkan kemampuan GPAI dalam menyampaikan materi pembelajaran melalui metode storytelling. Peserta nantinya akan menampilkan materi PAI dalam bentuk video pembelajaran dengan mengacu pada Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Nomor 522.
Persiapan Hari Santri Nasional
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Dhani Budianto, menyampaikan bahwa Oktober juga menjadi momentum persiapan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati setiap 22 Oktober.
Terkait pelaksanaan upacara HSN, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Sementara itu, sejumlah rangkaian kegiatan telah disiapkan, di antaranya Sayembara “Surat Santri untuk Presiden” dan Lomba Santrivision Tahun 2026.
“Sayembara Surat Santri untuk Presiden dapat diikuti santri aktif berusia 13 sampai 24 tahun. Isinya berupa mimpi, harapan, gagasan, dan pesan tentang masa depan bangsa yang ditulis tangan. Pengiriman karya berlangsung 25 September sampai 10 Oktober 2026,” jelas Dhani.
Adapun Lomba Santrivision Tahun 2026 dapat diikuti tim yang terdiri atas 2–3 santri dan satu pembimbing. Karya yang dibuat berbasis riset, baik berupa tulisan, video, maupun aplikasi. Pendaftaran berlangsung 23 September hingga 15 Oktober 2026.
Dhani juga menyampaikan bahwa bagi santri TPQ/LPQ akan diselenggarakan Festival Anak Sholeh Tingkat Kabupaten Bantul pada 11 Oktober 2026 di Pemda 2 Manding.
“Selain lomba tersebut, Seksi PD Pontren juga menyelenggarakan Lomba Updating EMIS Pesantren, Madin, dan LPQ. Juknis akan segera diunggah sehingga kami berharap data EMIS segera diperbarui. Selain itu juga ada Lomba Video Pendek Upacara HSN Tahun 2026,” paparnya.
Penguatan Tata Kelola dan Pengendalian Benturan Kepentingan
Kepala Subbagian TU, Aminuddin, menyampaikan manajemen S3, yakni Sumber Daya Manusia (SDM), Sarana Prasarana, dan Sistem Kerja. “Untuk SDM, ada 54 ASN Kemenag Bantul yang mengajukan cuti sakit pada September ini. Dari sisi sarana prasarana juga perlu terus ditingkatkan. Sedangkan dari sisi sistem kerja, Laporan Kinerja Bulanan dan disiplin ASN harus menjadi perhatian,” tutur Aminuddin.
Ia mengingatkan ASN agar tidak hanya tertib dalam bekerja, tetapi juga tertib dalam memenuhi kewajiban, termasuk pembayaran tagihan pinjaman di koperasi maupun perbankan. Presensi ASN juga diminta lebih diperhatikan.
Aminuddin turut mendorong pemanfaatan aplikasi Srikandi agar semakin dibiasakan dalam pelaksanaan administrasi kedinasan. Untuk pelayanan pengaduan, Kankemenag Bantul telah menyediakan layanan melalui website dan WhatsApp.
Kepala Kantor: Setiap Kebijakan Harus Memberikan Dampak
Kepala Kankemenag Bantul, Muntolib, dalam arahannya menekankan pentingnya peningkatan realisasi anggaran. Ia meminta seluruh satuan kerja memastikan serapan anggaran dapat diselesaikan sebelum 15 Desember 2026.
“Pelaksanaan anggaran harus berbasis pada nilai kemanfaatan atau kebijakan yang berdampak. Setiap kebijakan yang kita ambil harus benar-benar memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat,” tegas Muntolib.
Dalam bidang zakat, Muntolib mendorong optimalisasi pengumpulan zakat, terutama di tengah daya beli masyarakat yang masih rendah dan kondisi ekonomi yang belum stabil.
“Optimalisasi zakat dari OPP, BUMN, dan BUMD perlu dimaksimalkan untuk masyarakat. PEU juga harus ditingkatkan. Satu kebijakan harus bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat kita,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penataan data wakaf dari sistem manual menuju digital. Hal tersebut sejalan dengan semangat Kankemenag Bantul untuk membangun layanan yang Digital dan Inklusif. “Data wakaf harus dirapikan, dari manual menjadi digital sesuai dengan slogan Kemenag Bantul, Digital dan Inklusif,” katanya.
Disiplin ASN dan Mitigasi Konflik Kepentingan
Terkait SDM, Muntolib menegaskan bahwa kedisiplinan ASN harus dikawal bersama. Menurutnya, keberhasilan kinerja tidak hanya diukur dari output, tetapi juga dari kedisiplinan dalam menjalankan tugas.
“Kedisiplinan menjadi bagian yang sangat penting. Tidak hanya output kinerja, tetapi kedisiplinan juga harus menjadi perhatian. Sesuaikan dengan ekspektasi pimpinan,” tegasnya.
Muntolib juga mengingatkan bahwa kebijakan yang terlalu longgar belum tentu menghasilkan dampak yang baik. Karena itu, setiap kebijakan perlu dievaluasi secara berkala.
Mengenai benturan kepentingan, ia memberikan contoh situasi ketika ASN memiliki PT atau CV yang kemudian berkaitan dengan pekerjaan di kantor. “Misalnya ada ASN yang memiliki PT atau CV dan berkaitan dengan pekerjaan di kantor, kemudian pekerjaan tersebut diarahkan kepada PT atau CV milik ASN itu. Itu yang disebut konflik kepentingan,” jelas Muntolib.
Menurutnya, pimpinan dan satuan kerja harus melakukan sosialisasi serta evaluasi agar potensi benturan kepentingan dapat dimitigasi sejak awal. “Kalau sudah terjadi, segera ditindaklanjuti dan dievaluasi bersama. Jangan sampai persoalan tersebut berkembang karena tidak segera dimitigasi,” imbuhnya.
Dorong Produktivitas dan Kualitas Pendidikan Madrasah
Muntolib juga menyoroti pelaksanaan AKGTK yang dilaksanakan secara berkala setiap tiga tahun. Asesmen tersebut mencakup tiga kelompok, yakni guru, kepala madrasah, dan pengawas.
Ia berharap seluruh ASN Kemenag Bantul terus membangun produktivitas dan meningkatkan kualitas diri. “Kita sudah berkomitmen untuk menjadi guru yang berkualitas dan terbaik. Harus bisa menghasilkan yang terbaik. Madrasah adalah investasi terbaik untuk masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
Melalui PSMP Oktober 2026, Kankemenag Bantul kembali meneguhkan komitmen untuk memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kedisiplinan dan produktivitas ASN, mengoptimalkan pengelolaan anggaran, serta memastikan setiap program dan kebijakan benar-benar memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat. (Dnd)