Perkuat Budaya Kerja Digital, MAN 4 Bantul Terapkan Presensi Barcode bagi Guru Piket Pagi
Bantul (MAN 4 Bantul) – MAN 4 Bantul terus memperkuat transformasi digital dalam tata kelola layanan madrasah. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas administrasi dan kedisiplinan, madrasah mulai menerapkan sistem presensi berbasis barcode bagi guru yang bertugas dalam piket pembiasaan pagi. Inovasi tersebut mulai diimplementasikan pada Rabu (29/07/2026).
Sistem presensi digital ini digunakan oleh seluruh guru yang mendapat jadwal piket pembiasaan pagi, mulai dari penyambutan murid melalui budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) di gerbang madrasah hingga pendampingan pelaksanaan salat Dhuha berjamaah di mushala. Guru cukup memindai kode barcode menggunakan telepon pintar masing-masing sehingga kehadiran dan pelaksanaan tugas dapat tercatat secara otomatis dan real time.
Penerapan sistem ini menjadi salah satu langkah MAN 4 Bantul dalam membangun budaya kerja yang lebih efektif, akuntabel, dan terdokumentasi dengan baik. Selain mempermudah proses administrasi, sistem digital tersebut juga memberikan kemudahan dalam pemantauan pelaksanaan tugas guru piket setiap hari.
Salah seorang guru MAN 4 Bantul, Nanang Qosem, menyambut baik inovasi tersebut. Menurutnya, penggunaan presensi berbasis barcode membuat proses pelaporan menjadi lebih praktis sekaligus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.
"Penerapan presensi berbasis barcode ini sangat membantu kami dalam melaksanakan tugas piket pagi. Prosesnya cepat, mudah, dan seluruh aktivitas tercatat secara digital sehingga lebih transparan dan akurat. Selain memudahkan administrasi, sistem ini juga menjadi pengingat bagi kami untuk selalu disiplin dalam menjalankan tugas, mulai dari menyambut murid dengan budaya 5S hingga mendampingi kegiatan salat Dhuha berjamaah. Semoga inovasi ini semakin mendukung terwujudnya pelayanan yang profesional dan budaya kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi," ujar Nanang Qosem.
Melalui inovasi ini, MAN 4 Bantul menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan tata kelola madrasah berbasis digital. Transformasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan internal, tetapi juga memperkuat budaya kerja yang profesional, transparan, dan selaras dengan perkembangan teknologi di dunia pendidikan. (lel/ica)-al