Penguatan Implementasi Kokurikuler Bagi Waka Kurikulum di MTsN 4 Bantul
Bantul (MTsN 4 Bantul) - Rabu (29/07/2026), MTsN 4 Bantul menjadi tuan rumah penguatan implementasi kegiatatan kokurikuler MTs. Kegiatan dilangsungkan di Aula MTsN 4 Bantul. Kegiatan penguatan kokurikuler dihadiri oleh Anita Isdarmini, Ketua Tim 1 Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta; Pengawas MTsN 4 Bantul; Pengurus Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K2M) Madrasah Tsanawiyah; dan Wakil Kepala Urusan Kurikulum baik negeri maupun swasta di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul.
Kokurikuler adalah kegiatan penunjang pelajaran di kelas untuk menguatkan karakter, pemahaman materi, serta melatih kreativitas dan kerja sama siswa.
Kepala MTsN 4 Bantul sekaligus selaku Ketua Kepala Madrasah (K2MTs) Kabupaten Bantul, Sugeng Muhari dalam sambutannya menyampaikan bahwa belajar di madrasah tidak hanya sebatas duduk di dalam kelas, mendengarkan penjelasan guru, lalu mengerjakan ujian formal. Proses belajar yang sejati jauh lebih luas dari itu. Oleh karena itu, madrasah menyelenggarakan kegiatan penguatan kokurikuler untuk kelas 7 dan kelas 8. Kegiatan kokurikuler hadir sebagai jembatan penting. Tugasnya adalah memperkuat, memperdalam, dan menghayati materi pelajaran yang sudah kalian dapatkan di dalam kelas. Jika di jam pelajaran biasa belajar secara teori, maka melalui kegiatan kokurikuler ini belajar secara kontekstual, praktis, dan bersentuhan langsung dengan realitas kehidupan. “Penguatan karakter akhlakul karimah sebagai kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan keluhuran budi pekerti dan kegiatan ini dirancang agar murid bisa belajar bekerja sama, saling menghormati, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab,” pesan Sugeng Muhari menutup sambutannya.
Anita Isdarmini dalam sambutannya menyampaikan di era digital ini dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi dalam tim. Melalui proyek-proyek kokurikuler akan dipicu untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata yang ada di sekitar kita. Mencintai nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan akan melahirkan generasi mufassir modern yang moderat generasi yang cinta pada agamanya sekaligus taat dan cinta pada tanah airnya.
"Ini fase awal untuk mulai membangun fondasi belajar yang kuat dan adaptif di jenjang tsanawiyah dan manfaatkan momen ini untuk mengeksplorasi potensi diri. Pengalaman ini jadikan sebagai wadah untuk semakin mematangkan kepemimpinan, kemandirian, dan ketajaman berpikir. Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi, waktu, dan pikiran yang telah dicurahkan dalam merancang program penguatan kokurikuler ini. Saya titipkan murid-murid kepada Bapak dan Ibu Waka Kurikulum dan bimbinglah mereka dengan penuh kesabaran, asuhlah rasa ingin tahu mereka, dan jadilah fasilitator yang menginspirasi selama kegiatan ini berlangsung," tutup Anita Sudarmini. (lif)