MTsN 4 Bantul Laksanakan IHT KMA 1503 Tahun 2025, Perkuat Implementasi Kurikulum Madrasah
Bantul (MTsN 4 Bantul) - Bidang kehumasan dan kurikulum MTsN 4 Bantul menggelar In House Training (IHT) dengan tema “Implementasi KMA 1503 Tahun 2025“ pada Selasa (06/01/2026) di Joglo Yoso, Palbapang, Bantul. Regulasi ini merupakan perubahan atas KMA Nomor 450 Tahun 2024 terkait pedoman implementasi kurikulum pada RA, MI, MTs, MA, dan MAK sebagai upaya percepatan penguatan mutu pendidikan madrasah.
Sosialisasi yang digelar selama dua hari, hari pertama dibuka oleh Kepala Madrasah, Sugeng Muhari. Sugeng menyampaikan bahwa hari pertama diisi dengan arahan dari Seksi Dikmad Kankemenag Bantul, Ahmad Musyadad serta menyampaikan paparan mendalam mengenai Kebijakan Implementasi KMA 1503 Tahun 2025. “Materi hari ini mencakup pembahasan detail KMA Nomor 1503 Tahun 2025 serta Pembelajaran, Asesmen dan Menyusun perencanaan pembelajaran oleh Uswatun Hasanah serta penguatan panduan kokurikuler oleh pengawas madrasah Miftakhul Bakhri,” ujarnya.
Secara tidak langsung, Sugeng menegaskan bahwa perubahan kurikulum ini akan membawa dampak besar dalam tata kelola pembelajaran madrasah. Sugeng menyebut bahwa proses sosialisasi masih panjang dan akan disusul dengan penyelarasan Rapor Digital Madrasah (RDM). Penyesuaian ini, katanya, terutama menyangkut integrasi nilai P5RA yang kini masuk dalam skema kokurikuler. Menurutnya, begitu KMA 1503 Tahun 2025 terbit, seluruh perangkat RDM akan otomatis menyesuaikan.
Para peserta yang terdiri dari guru berjumlah 55 diminta mengikuti materi dengan saksama agar dapat segera melakukan penyesuaian di mata pelajaran masing-masing. Implementasi regulasi baru dijadwalkan dimulai pada semester genap, mulai Januari karena itu, madrasah memiliki waktu untuk melakukan sosialisasi masif di madrasahnya, sementara penyesuaian RDM harus mulai dilakukan sejak semester berjalan.
Dalam penyampaiannya, Sugeng juga mengajak seluruh insan madrasah untuk menyikapi perubahan sebagai sesuatu yang niscaya. Ia menekankan bahwa konsep Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBC) menjadi kunci utama dalam KMA baru. “Yang utama adalah bagaimana kita sebagai guru harus beradaptasi dan cepat menyesuaikan dengan perubahan,” katanya.(yul)