MTs Negeri 7 Bantul dan Puskesmas Piyungan Gelar Fasilitasi First Aider Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis di Madrasah
Bantul (MTsN 7 Bantul) – MTs Negeri 7 Bantul bekerja sama dengan Puskesmas Piyungan menggelar kegiatan Fasilitasi First Aider Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di Madrasah, Senin (20/07). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB di Ruang Perpustakaan MTs Negeri 7 Bantul tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman warga madrasah mengenai pentingnya memberikan pertolongan pertama terhadap kondisi psikologis peserta didik maupun warga sekolah.
Kegiatan diikuti oleh Kepala Tata Usaha MTs Negeri 7 Bantul, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Koordinator UKS, Kepala Perpustakaan, jajaran pegawai, perwakilan guru, anggota Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTs Negeri 7 Bantul, serta tim dari Puskesmas Piyungan sebagai narasumber.
Mewakili Kepala MTs Negeri 7 Bantul, Kepala Tata Usaha Merry Kristiana Dessi membuka kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas Piyungan atas terselenggaranya fasilitasi tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas Piyungan yang terus mendampingi dan memberikan pembinaan kepada MTs Negeri 7 Bantul melalui berbagai program kesehatan. Kami berharap kegiatan hari ini dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat bagi guru, pegawai, maupun peserta didik. Semoga kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara MTs Negeri 7 Bantul dan Puskesmas Piyungan dapat terus berlanjut demi mewujudkan lingkungan madrasah yang sehat, aman, dan nyaman. Mari kita ikuti materi hari ini dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan di madrasah," ujar Merry.
Pada sesi inti, Tri Wuriastuti dari Puskesmas Piyungan menyampaikan materi mengenai First Aider Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Dalam pemaparannya, peserta dikenalkan pada konsep dasar luka psikologis, faktor-faktor penyebabnya, tanda-tanda yang perlu dikenali sejak dini, hingga langkah-langkah awal yang dapat dilakukan ketika menjumpai seseorang yang mengalami tekanan emosional atau gangguan psikologis.
Selain penyampaian materi, peserta juga diajak berdiskusi mengenai berbagai kasus yang mungkin ditemui di lingkungan sekolah. Melalui sesi tersebut, guru, pegawai, maupun anggota OSIM memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjadi pendengar yang baik, memberikan dukungan emosional secara tepat, serta mengetahui batasan kapan seseorang perlu dirujuk kepada tenaga profesional.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait pendampingan terhadap peserta didik yang menghadapi berbagai persoalan psikologis. Diskusi interaktif tersebut semakin memperkaya wawasan peserta mengenai pentingnya kesehatan mental sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan peserta didik.
Melalui kegiatan fasilitasi ini, MTs Negeri 7 Bantul bersama Puskesmas Piyungan menegaskan komitmennya dalam membangun madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga peduli terhadap kesehatan mental seluruh warga madrasah. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi guru, pegawai, maupun peserta didik dalam memberikan pertolongan pertama terhadap luka psikologis secara tepat, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang semakin ramah, inklusif, dan berkarakter.(riza)