Matangkan Program Magang, MAN 2 Bantul Gelar Rapat Koordinasi dan Penguatan Teknis
Bantul (MAN 2 Bantul) – Dalam rangka memastikan pelaksanaan program magang berjalan optimal dan terarah, MAN 2 Bantul menggelar rapat pematangan kegiatan magang pada Jumat, 20 Februari 2026, bertempat di aula madrasah. Rapat ini menjadi langkah strategis untuk menyatukan persepsi, memperjelas teknis pelaksanaan, serta memperkuat koordinasi antarbidang sebelum siswa diterjunkan ke dunia industri dan dunia kerja.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Madrasah, jajaran wakil kepala, wali kelas, guru pembimbing, serta panitia pelaksana magang. Suasana rapat berlangsung serius namun tetap konstruktif, mencerminkan komitmen bersama dalam menyukseskan program yang menjadi bagian penting dari pembelajaran berbasis pengalaman nyata.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menegaskan bahwa program magang bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan bagian integral dari proses pendidikan yang bertujuan membekali siswa dengan keterampilan, etos kerja, dan pengalaman langsung di lapangan.
“Magang adalah jembatan antara teori yang dipelajari di kelas dengan praktik nyata di dunia kerja. Oleh karena itu, persiapan yang matang menjadi kunci agar siswa mampu menjaga nama baik madrasah serta menunjukkan kompetensi terbaiknya,” ungkapnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya pembinaan karakter sebelum siswa diterjunkan ke lokasi magang. Sikap disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan kemampuan beradaptasi menjadi aspek yang harus terus ditekankan. Kepala madrasah berharap seluruh guru pembimbing dapat memberikan arahan yang komprehensif sehingga siswa memiliki kesiapan mental dan profesional.
Selain itu, ia menekankan bahwa komunikasi antara madrasah dan mitra industri harus berjalan efektif. Monitoring dan evaluasi perlu dilakukan secara berkala guna memastikan kegiatan magang berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Penjelasan teknis mengenai pelaksanaan magang disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Fitria Endang Susana. Dalam paparannya, ia menjelaskan tahapan kegiatan mulai dari pembekalan, penerjunan, monitoring, hingga penarikan dan evaluasi akhir.
Ia menyampaikan bahwa sebelum siswa diterjunkan, akan dilakukan pembekalan intensif yang mencakup etika kerja, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), tata cara pelaporan, serta penguatan soft skills seperti komunikasi dan kerja sama tim. Pembekalan ini bertujuan memastikan siswa tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga siap secara sikap dan mental.
“Magang bukan hanya tentang bekerja di tempat industri, tetapi tentang belajar memahami budaya kerja, membangun relasi profesional, dan mengasah keterampilan abad 21 seperti problem solving dan kolaborasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa guru pembimbing akan memiliki peran penting dalam melakukan monitoring secara berkala, baik melalui kunjungan langsung maupun komunikasi daring dengan pihak mitra. Setiap siswa diwajibkan menyusun jurnal kegiatan harian sebagai bahan evaluasi dan laporan akhir magang.
Dalam sesi diskusi, dibahas pula mekanisme penilaian yang mencakup aspek kedisiplinan, keterampilan teknis, sikap kerja, serta laporan tertulis. Penilaian akan melibatkan masukan dari pihak industri sebagai mitra kerja sama, sehingga hasil evaluasi benar-benar mencerminkan performa siswa di lapangan.
Rapat juga menyoroti pentingnya menjaga nama baik madrasah selama pelaksanaan magang. Para guru sepakat untuk memberikan penekanan khusus kepada siswa terkait etika berkomunikasi, penggunaan media sosial, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di tempat magang.
Antusiasme peserta rapat terlihat dari berbagai pertanyaan dan usulan yang disampaikan demi kelancaran program. Diskusi berlangsung dinamis dengan fokus pada solusi dan perbaikan berkelanjutan berdasarkan pengalaman magang tahun-tahun sebelumnya.
Melalui rapat pematangan ini, MAN 2 Bantul menunjukkan keseriusannya dalam mengelola program magang sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Sinergi antara pihak madrasah, guru pembimbing, dan mitra industri diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, MAN 2 Bantul optimis kegiatan magang tahun 2026 akan berjalan lancar, profesional, dan memberikan dampak positif bagi pengembangan kompetensi siswa. Program ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan masa depan, baik di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.
/fitria