Semarak Ramadan Penuh Makna, MAN 2 Bantul Matangkan Program Pembelajaran Spiritual dan Akademik
Bantul (MAN 2 Bantul) – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, MAN 2 Bantul menggelar rapat pembelajaran khusus Ramadan pada Jumat, 20 Februari 2026, bertempat di aula madrasah. Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan langkah seluruh pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga memperkuat karakter dan spiritualitas peserta didik.Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Madrasah, jajaran wakil kepala, koordinator bidang, serta seluruh dewan guru. Suasana rapat berlangsung hangat, penuh semangat, dan sarat komitmen untuk menghadirkan program Ramadan yang bermakna serta terstruktur dengan baik.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menegaskan bahwa Ramadan merupakan momen strategis untuk membentuk karakter siswa yang religius, disiplin, dan berakhlak mulia. Ia menyampaikan bahwa madrasah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kegiatan pembelajaran selama Ramadan tetap berjalan efektif, namun dengan nuansa spiritual yang lebih kuat.
“Ramadan bukan hanya tentang pengurangan jam belajar, tetapi bagaimana kita memaksimalkan setiap waktu menjadi sarana pembinaan iman, takwa, dan akhlak siswa. Pembelajaran harus tetap berkualitas, namun dikemas dengan pendekatan yang lebih reflektif dan humanis,” ungkapnya.
Beliau juga mengajak seluruh guru untuk menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan nilai-nilai keislaman serta memperkuat budaya madrasah yang religius dan penuh keteladanan. Kepala madrasah berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum peningkatan kualitas diri, baik bagi siswa maupun seluruh tenaga pendidik.
Penjelasan teknis terkait pelaksanaan pembelajaran selama Ramadan disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Fitria Endang Susana. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa jadwal pembelajaran akan disesuaikan dengan ritme ibadah siswa tanpa mengurangi substansi capaian pembelajaran.
Menurutnya, setiap hari kegiatan akan diawali dengan salat Dhuha berjamaah yang dilaksanakan di lingkungan madrasah, dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama di kelas masing-masing dengan pendampingan guru. Kegiatan ini bertujuan membiasakan siswa memulai aktivitas dengan ibadah dan memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Pembiasaan spiritual di awal hari menjadi fondasi penting agar pembelajaran berikutnya berlangsung dalam suasana hati yang tenang dan penuh keberkahan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa proses pembelajaran di kelas tetap berjalan sebagaimana mestinya, namun dengan metode yang lebih kontekstual dan reflektif. Guru diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai Ramadan dalam materi pelajaran, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep akademik, tetapi juga mampu mengambil hikmah dan nilai moral dari setiap pembelajaran.
Sementara itu, Koordinator Bidang Keagamaan, Mubtadiin, memaparkan rangkaian kegiatan keagamaan yang akan memperkaya suasana Ramadan di madrasah. Salah satu program unggulan adalah pengisian istirahat kedua dengan salat Zuhur berjamaah yang dilaksanakan secara tertib dan terkoordinasi.
Tidak hanya itu, pada waktu yang sama juga akan digelar lomba kultum (kuliah tujuh menit) bagi siswa kelas X dan XI secara bergiliran. Kegiatan ini bertujuan melatih keberanian, kemampuan public speaking, serta pendalaman materi keislaman siswa.
“Lomba kultum ini bukan sekadar kompetisi, tetapi sarana pembinaan mental dan spiritual. Kita ingin siswa mampu menyampaikan pesan-pesan kebaikan dengan percaya diri dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Ramadan menjadi kesempatan emas untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan karakter religius di kalangan siswa. Dengan keterlibatan aktif dalam kegiatan ibadah dan dakwah sederhana seperti kultum, siswa diharapkan semakin matang secara spiritual dan sosial.
Rapat tersebut juga membahas teknis pengawasan, evaluasi kegiatan, serta pembagian tugas guru agar seluruh rangkaian program berjalan lancar. Koordinasi lintas bidang ditegaskan sebagai kunci sukses pelaksanaan pembelajaran Ramadan.
Para guru menyambut baik program yang dirancang tersebut. Mereka menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dan memberikan pendampingan terbaik bagi siswa selama Ramadan. Semangat kebersamaan dan kekompakan tampak jelas dalam diskusi yang berlangsung dinamis dan konstruktif.
Dengan terselenggaranya rapat ini, MAN 2 Bantul menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual. Ramadan tidak hanya dipandang sebagai rutinitas tahunan, tetapi sebagai momentum transformasi diri bagi seluruh warga madrasah.
Melalui pembiasaan salat Dhuha, tadarus bersama, salat Zuhur berjamaah, serta lomba kultum, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan. MAN 2 Bantul optimis, dengan perencanaan yang matang dan kerja sama yang solid, Ramadan tahun ini akan menjadi pengalaman pembelajaran yang berkesan dan bermakna bagi seluruh peserta didik.
/fitria