MAN 3 Bantul Gelar Upacara HAB ke-80 Kementerian Agama
Bantul (MAN 3 Bantul) – Memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, MAN 3 Bantul melaksanakan upacara bendera di lapangan basket, Sabtu (03/01/2026). Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Tata Usaha MAN 3 Bantul, Nasikhun Amin dengan peserta upacara seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN 3 Bantul. Adapun yang bertugas dalam upacara ini ialah pengurus organisasi MAN 3 Bantul.
Upacara ini dilaksanakan sesuai Surat Edaran Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bantul Nomor B-7242/KK.12.02/1/HM.01/12/2025 yang diterbitkan pada akhir Desember lalu. “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju” menjadi tema yang diusung dalam upacara HAB ke-80 Kemenag.
Dalam amanat, Amin membacakan sambutan Menteri Agama Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. Menyitir pidato Menag, Amin menyampaikan pentingnya menjadikan agama sebagai sumber pencerahan dalam menghadapi tantangan zaman modern, termasuk perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Lebih lanjut, dalam pidato, Menag mengajak seluruh insan Kementerian Agama menengok kembali sejarah peradaban dunia, di mana agama pernah menjadi sumber pencerahan yang luar biasa. Salah satunya melalui keberadaan Baitul Hikmah pada abad pertengahan yang dikenal sebagai pusat intelektual global.
“Baitul Hikmah bukan sekadar perpustakaan, tetapi pusat riset dan penerjemahan raksasa yang menjawab persoalan kehidupan melalui ilmu pengetahuan. Di sanalah nilai-nilai agama berpadu dengan rasionalitas untuk memajukan peradaban manusia. Semangat inilah yang perlu kita hidupkan kembali hari ini,” ujar Amin membacakan pidato Menag.
Selain itu, dipaparkan bahwa ASN Kemenag memiliki peran strategis dalam mengisi ruang-ruang digital dan teknologi dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan. Hal ini penting agar perkembangan AI tidak hampa dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. “Algoritma masa depan harus kita kawal agar menjadi alat pemersatu dan penguat kerukunan, bukan justru menjadi pemicu disinformasi dan perpecahan,” lanjutnya.
Menag juga mendorong setiap ASN Kemenag untuk bertransformasi menjadi pribadi yang agile, adaptif terhadap perubahan, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif dalam melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas.
Dalam penutup pidato, Menag mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk menyatukan tekad sesuai tema HAB ke-80, Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.
Upacara berlangsung lancar dan khidmad. Petugas upacara melaksanakan tugas dengan baik. Pemimpin upacara, Dimas Rasendriya Fadhil mengungkapkan rasa syukur usai melaksanakan tugas.
“Alhamdulillah upacara dapat dilaksanakan dengan baik. Menjadi petugas upacara memberi pengalaman berharga bagi saya. Kami belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, dan kedisiplinan yang sesungguhnya,” ujar Dimas. (sal)