Lompat ke isi utama
x
MAN 2 Bantul

MAN 2 Bantul Ikuti Seminar Acer Edu Tech 2025: Sidik Pramono Tekankan Pentingnya Karakter

Yogyakarta (MAN 2 Bantul) – Dunia pendidikan kini sedang bergerak cepat menuju era digital. Perubahan besar tersebut menjadi sorotan utama dalam Seminar Acer Edu Tech 2025 yang digelar pada rabu (27/08/2025)di Hotel The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center. Acara yang diselenggarakan oleh Acer ini menghadirkan berbagai narasumber, salah satunya Sidik Pramono, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta dengan materi tentang transformasi pendidikan dari cara lama menuju pendekatan digital. Dalam kegiatan tersebut, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul turut serta melalui kehadiran Kepala Madrasah, Nur Hasanah Rahmawati, dan Waka Kurikulum, Fitria Endang Susana. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen MAN 2 Bantul untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter yang menjadi ruh pendidikan.


Dalam pemaparannya, Sidik Pramono menegaskan bahwa pendidikan tidak bisa lagi bertumpu sepenuhnya pada metode cara lama. Perkembangan teknologi informasi (IT) telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Guru, menurutnya, perlu membekali diri dengan keterampilan baru agar mampu mengintegrasikan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. “Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara lama. Dunia sudah berubah. Pendidikan harus bergerak menuju digital agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya di hadapan peserta seminar.


Meski begitu, Sidik mengingatkan bahwa teknologi hanyalah sarana. Transformasi digital jangan sampai membuat dunia pendidikan melupakan esensi utamanya, yaitu pembentukan budi pekerti. “Yang terpenting bukan sekadar menguasai teknologi, melainkan bagaimana pendidikan tetap berorientasi pada karakter. Guru tetap harus menjadi pendidik moral, sementara teknologi membantu memperkuat proses tersebut,” jelasnya. Pesan Sidik sejalan dengan gagasan Ki Hajar Dewantara yang selalu menekankan pentingnya pendidikan karakter. Filosofi “niteni, nirokke, lan nambahi” (memperhatikan, menirukan, dan mengembangkan) kembali digaungkan dalam seminar ini sebagai prinsip belajar yang terus relevan di sepanjang zaman.


Lebih jauh, Sidik mengingatkan pesan klasik “Didiklah anakmu sesuai zamannya”. Menurutnya, pesan tersebut sangat tepat untuk menjawab tantangan abad ke-21. Pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, namun tidak boleh tercerabut dari akar budaya dan nilai moral bangsa.


Selain membicarakan filosofi pendidikan, Sidik Pramono juga memberikan catatan penting untuk Acer sebagai penyelenggara. Ia berharap Acer tidak hanya fokus menghadirkan software pendidikan, tetapi juga menghadirkan hardware yang memadai agar tercipta ekosistem pembelajaran yang lengkap. “Pendidikan tidak cukup hanya dengan software. Guru dan siswa memerlukan perangkat keras yang menunjang, sehingga pembelajaran bisa berlangsung lebih efektif dan merata,” tegasnya.


Harapan ini menjadi penting karena banyak sekolah dan madrasah, termasuk MAN 2 Bantul, yang sedang berupaya mengintegrasikan sistem pembelajaran digital. Dukungan teknologi dari penyedia layanan seperti Acer diharapkan dapat memperkuat upaya tersebut. Partisipasi MAN 2 Bantul dalam seminar ini menegaskan komitmen madrasah dalam mengimbangi kemajuan teknologi dengan penguatan karakter. Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan pendidik madrasah.


“MAN 2 Bantul ingin selalu up to date dengan perubahan zaman. Forum ini membuka kesempatan bagi kami untuk memahami strategi baru dalam pembelajaran digital, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga nilai moral sebagai dasar pendidikan,” ungkap Nur Hasanah.


Sementara itu, Fitria Endang Susana menilai bahwa seminar ini sangat relevan bagi dunia madrasah. Menurutnya, coding, AI, dan deep learning bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan nyata. “Madrasah tidak boleh tertinggal. Kita perlu melatih siswa agar melek teknologi, berpikir komputasional, dan tetap berkarakter kuat. Itu adalah bekal untuk menghadapi era revolusi industri 5.0,” jelasnya.


Seminar Acer Edu Tech 2025 menghadirkan suasana kolaboratif dengan menghadirkan para pakar teknologi dan pendidikan. Acara ini menjadi ajang berbagi wawasan sekaligus membangun jejaring antarpendidik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pesan utama dari seminar ini menekankan bahwa pendidikan harus berjalan seimbang antara kemajuan teknologi dengan penguatan nilai moral. Teknologi, termasuk AI dan deep learning, diharapkan bukan sekadar alat teknis, tetapi juga sarana memperkuat pendidikan karakter.


Bagi MAN 2 Bantul, keikutsertaan dalam forum ini merupakan momentum penting menuju pendidikan yang lebih adaptif di era digital. Madrasah bertekad untuk memadukan inovasi teknologi dengan nilai-nilai keislaman, sehingga dapat mencetak generasi yang unggul, cerdas, kreatif, serta berakhlak mulia. Melalui Seminar Acer Edu Tech 2025, para pendidik diingatkan kembali bahwa teknologi hanyalah jembatan, sementara tujuan utama pendidikan tetaplah membentuk manusia berkarakter. Kehadiran MAN 2 Bantul dalam forum ini mempertegas peran madrasah sebagai lembaga yang siap menghadapi perubahan zaman, dengan tetap menjaga ruh pendidikan berbasis akhlak dan budi pekerti. (fitria)