Lompat ke isi utama
MAN 2 Bantul

MAN 2 Bantul Gelar Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis AI

Dikirim oleh eka putri pada 10 August 2026

Bantul (MAN 2 Bantul)  — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul menyelenggarakan workshop pembuatan media pembelajaran pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di Aula MAN 2 Bantul. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Fanani Arief Ghozali yang membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pembelajaran, di mana setiap platform AI memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Workshop ini merupakan bagian dari upaya madrasah dalam meningkatkan kompetensi digital tenaga pendidik menjelang tahun pelajaran baru.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala MAN 2 Bantul yang diwakili oleh Nurhayati selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas). Dalam sambutannya, Nurhayati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai upaya peningkatan kompetensi guru di bidang teknologi pembelajaran, sekaligus mendorong para pendidik untuk tidak gagap teknologi di tengah pesatnya perkembangan AI. "Workshop ini diharapkan dapat membekali bapak dan ibu guru agar lebih adaptif dalam memanfaatkan teknologi AI sebagai alat bantu mengajar, sehingga proses pembelajaran di MAN 2 Bantul semakin inovatif dan menyenangkan bagi peserta didik," ujar Nurhayati.

Memasuki sesi inti, Fanani Arief Ghozali memaparkan materi bertajuk "Peta Lengkap" yang memetakan berbagai platform AI berdasarkan kategori kebutuhan, mulai dari penulisan, pembuatan gambar, video, desain, hingga avatar digital. Ia menjelaskan bahwa setiap kategori memiliki tingkatan pilihan, mulai dari yang bukan pilihan utama, pilihan yang sudah bagus, hingga yang paling direkomendasikan. Sebagai contoh, untuk kategori menulis, Claude ditempatkan sebagai pilihan terbaik, disusul Gemini, sementara ChatGPT dikategorikan sebagai pilihan awal. Untuk kategori gambar, ChatGPT justru menjadi pilihan terbaik, mengungguli Midjourney dan Leonardo. Sementara itu, untuk kategori video, desain, dan avatar, masing-masing pilihan terbaik jatuh pada Higgsfield, Figma, dan Heygen.

"Istilah 'buruk' di sini bukan berarti alat tersebut tidak berguna, melainkan hanya menunjukkan bahwa alat itu bukan pilihan pertama untuk kategori tertentu. Setiap AI tetap memiliki keunggulannya sendiri sesuai kebutuhan penggunanya," jelas Fanani Arief Ghozali. Ia menambahkan bahwa pemahaman terhadap peta lengkap AI ini penting bagi guru agar dapat memilih alat yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, tanpa harus terpaku pada satu jenis aplikasi saja.

Selain memaparkan peta platform AI, Fanani Arief Ghozali juga memberikan contoh praktik langsung penggunaan beberapa aplikasi AI dalam menyusun media pembelajaran sederhana, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkannya di sela-sela sesi materi. Kegiatan yang diikuti oleh dewan guru MAN 2 Bantul ini berlangsung interaktif, dengan sesi tanya jawab yang membahas penerapan langsung berbagai alat AI dalam pembuatan bahan ajar sehari-hari, mulai dari pembuatan soal, rangkuman materi, hingga media visual dan audiovisual. Melalui workshop ini, MAN 2 Bantul berharap para pendidik semakin siap menghadapi perkembangan teknologi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan di masa mendatang, sekaligus mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital..
/FITRIA