Maknai Peristiwa Isra’ Mi’raj dengan Akal, Jadi Lentera Nalar di MAN 4 Bantul
Bantul (MAN 4 Bantul) – Pengajian bertema “Jejak Cahaya Isra’ Mi’raj dalam Pelajar” menjadi puncak kegiatan rangkaian milad hari kedua MAN 4 Bantul yang diselenggarakan pada Kamis (15/01/2026). Bertempat di halaman MAN 4 Bantul, kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dengan menghadirkan Kyai H. Hendri Sutopo sebagai penceramah utama. Pengajian ini juga menjadi bagian dari peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dikemas dengan sudut pandang inspiratif serta relevan bagi kalangan pelajar.
Seluruh sivitas akademika MAN 4 Bantul, mulai dari peserta didik kelas X, XI, dan XII, guru, tenaga kependidikan, hingga komite madrasah, mengikuti pengajian dengan penuh perhatian. Tema yang diangkat dinilai menarik karena mengajak peserta tidak hanya memaknai Isra’ Mi’raj sebagai peristiwa spiritual, tetapi juga sebagai sumber nilai keilmuan dan motivasi intelektual di tengah pesatnya perkembangan teknologi modern.
Dalam tausiyahnya, Kyai H. Hendri Sutopo memaparkan makna Isra’ Mi’raj melalui pendekatan yang segar dan mudah dipahami. Ia menegaskan bahwa peristiwa agung tersebut mengandung pesan agar umat Islam senantiasa berpikir maju, bersikap terbuka, dan tidak terjebak dalam cara pandang yang sempit. Menurutnya, Isra’ Mi’raj mengajarkan keberanian untuk melampaui batas kebiasaan, sebagaimana perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW yang melampaui nalar manusia pada masanya.
“Isra’ Mi’raj mengajarkan bahwa Islam tidak pernah mengekang akal. Sebaliknya, umat Islam justru diperintahkan untuk mengoptimalkan potensi akal, berpikir secara ilmiah, serta memaknai setiap peristiwa dengan nalar yang progresif seiring perkembangan teknologi dan zaman,” ujar Kyai H. Hendri Sutopo dalam pengajiannya.
Ia juga menyampaikan pesan kepada para pelajar agar tidak ragu untuk bermimpi besar dan terus berinovasi. Menurutnya, iman dan ilmu harus berjalan beriringan agar terbentuk generasi Muslim yang unggul, kritis, dan memiliki daya saing. Pengajian ini pun menjadi penutup yang bermakna dalam rangkaian milad hari kedua MAN 4 Bantul, dengan menghadirkan refleksi spiritual sekaligus dorongan intelektual bagi seluruh peserta. (lel/ica)-al