Lompat ke isi utama
MIS Ma’arif Saman

Lestarikan Tradisi Literasi Pesantren, MIS Ma'arif Saman Ajarkan Aksara Arab Pegon Sejak Dini

Dikirim oleh Fidela alma pada 4 August 2026

Bantul (MIS Ma'arif Saman) – Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Ma'arif Saman resmi meluncurkan program pembelajaran aksara Arab Pegon sebagai upaya melestarikan khazanah literasi Islam sekaligus membekali peserta didik dengan kemampuan dasar membaca dan menulis kitab beraksara Pegon. Program perdana ini mulai dilaksanakan pada Selasa (4/8/2026) bertepatan dengan alokasi jam pembelajaran Tahfidz.

 

Guru pengampu Arab Pegon, Fauzi, menjelaskan bahwa pertemuan pertama difokuskan pada pengenalan huruf-huruf dasar Arab Pegon. Peserta didik dikenalkan dengan bentuk dan cara penulisan setiap huruf, termasuk huruf-huruf hasil modifikasi yang digunakan untuk melambangkan bunyi dalam bahasa Jawa. Salah satunya huruf Ca, yang ditulis menggunakan huruf jim dengan penambahan tiga titik sebagai pembeda.

 

Setelah memahami dasar-dasar aksara Pegon, peserta didik mulai berlatih menuliskan kalimat-kalimat sederhana dalam bahasa Jawa yang akrab digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti aku duwe roti, ibu tuku tahu, dan iki dudu tahu. Melalui latihan tersebut, siswa diharapkan mampu mengenali sekaligus mempraktikkan penggunaan aksara Pegon secara bertahap.

 

"Anak-anak kita ajarkan fondasinya terlebih dahulu, yaitu mengenal huruf Pegon. Setelah itu, mereka mulai berlatih menuliskan kalimat-kalimat sederhana dalam bahasa Jawa ke dalam aksara Pegon agar semakin terbiasa," ujar Fauzi.

 

Peluncuran program ini mendapat sambutan antusias dari para peserta didik. Madrasah berharap pembelajaran Arab Pegon dapat menjadi bekal penting bagi seluruh siswa sehingga mereka memiliki kemampuan membaca dan menulis Pegon dengan baik sebagai pintu awal mempelajari kitab-kitab klasik atau kitab kuning.

 

Selain melestarikan tradisi literasi pesantren, program ini juga diproyeksikan menjadi bekal bagi peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren. Dengan penguasaan dasar aksara Pegon sejak usia dini, para siswa diharapkan lebih siap mengikuti tradisi pembelajaran kitab kuning dan memperkuat kompetensi keagamaan mereka pada jenjang pendidikan berikutnya. (Ika)-al