Lestarikan Tradisi Jamu, DWP Kemenag Bantul Dorong Pemanfaatan TOGA untuk Kesehatan Keluarga
Bantul (Kankemenag Bantul) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul menyelenggarakan pertemuan rutin dengan tema “Pembuatan Jamu Tradisional dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA)”. Kegiatan ini berlangsung di Desa Jamu Kiringan, Canden, Bantul, Rabu (28/10/2026), dengan dihadiri Ketua DWP Kankemenag Bantul, Siti Yulaikah Muntolib, beserta pengurus dan anggota DWP.
Dalam sambutannya, Ketua DWP Kankemenag Bantul, Siti Yulaikah Muntolib, menyampaikan bahwa DWP memiliki berbagai program yang telah berjalan sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan keluarga. Melalui pertemuan rutin ini, anggota DWP diharapkan dapat terus mengembangkan wawasan serta mengambil peran aktif dalam mendukung terciptanya keluarga yang sehat dan sejahtera.
Siti Yulaikah menekankan pentingnya peran anggota DWP dalam mendukung kesehatan keluarga, salah satunya melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga. Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman herbal yang mudah dibudidayakan dan memiliki manfaat bagi kesehatan. Dengan demikian, anggota DWP dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sekaligus membiasakan keluarga untuk menerapkan pola hidup sehat.
Ia berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan anggota mengenai jenis-jenis tanaman obat, manfaatnya, serta proses pembuatan jamu tradisional. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak hanya dipraktikkan di lingkungan keluarga, tetapi juga disosialisasikan kepada masyarakat luas. Selain melestarikan warisan budaya tradisional, kegiatan ini diharapkan turut mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, khususnya yang bergerak di bidang pengolahan jamu tradisional.
Kegiatan dilanjutkan dengan melihat secara langsung proses pembuatan jamu tradisional serta mengenal berbagai jenis tanaman obat keluarga yang ada di Desa Jamu Kiringan. Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan bahan-bahan alami untuk diolah menjadi jamu tradisional. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenal lebih dekat potensi lokal Desa Jamu Kiringan yang dikenal sebagai salah satu sentra jamu tradisional di Kabupaten Bantul. Pengelola Desa Jamu Kiringan, Bapak Sutrisno, turut menjadi bagian dalam pengenalan potensi jamu dan tanaman obat kepada peserta.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris DWP Kankemenag Bantul, Wahyu Sinangsih, menyampaikan informasi mengenai partisipasi DWP dalam rangkaian kegiatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-81 Kementerian Agama. Beberapa perlombaan yang akan diikuti antara lain lomba menata hantaran yang melibatkan dua orang peserta putra serta lomba menyanyi lagu rohani yang diikuti oleh tiga orang peserta putri. Ia berharap para peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik sehingga dapat berpartisipasi secara optimal dalam memeriahkan peringatan HAB tersebut.
Melalui kegiatan ini, DWP Kankemenag Bantul diharapkan semakin memperkuat peran perempuan dalam mendukung kesehatan keluarga, melestarikan tradisi jamu sebagai warisan budaya, serta mendorong pemberdayaan UMKM lokal. Pertemuan rutin ini sekaligus menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan anggota DWP agar semakin bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. (Ev)