KUA Sedayu Bekali Calon Pengantin untuk Mewujudkan Keluarga Harmonis
Bantul (KUA Sedayu) – KUA Sedayu kembali menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri Angkatan VI pada Selasa (04/08/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Nikah KUA Sedayu. Kegiatan ini diikuti oleh 20 pasang calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.
Bimbingan perkawinan menjadi salah satu ikhtiar KUA Sedayu untuk mempersiapkan calon pasangan suami istri agar tidak hanya siap melaksanakan akad nikah, tetapi juga siap membangun kehidupan rumah tangga yang kokoh, harmonis, dan penuh tanggung jawab.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Sedayu, Syahril Sidiq, menyampaikan bahwa pernikahan adalah proses menyatukan dua pribadi yang memiliki latar belakang, karakter, kebiasaan, dan cara pandang yang berbeda. Karena itu, komunikasi yang sehat menjadi kunci utama dalam menjaga keutuhan rumah tangga.
"Menikah itu menyatukan banyak perbedaan. Oleh karena itu, bangunlah komunikasi yang sehat agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan baik sehingga terhindar dari konflik dan tercipta keluarga yang harmonis," pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas ibadah, khususnya salat, sebagai pondasi keluarga yang diberkahi Allah SWT. "Mari kita jaga salat, agar Allah senantiasa menjaga keluarga kita. Semoga kelak kita dapat menjadi teladan yang baik bagi anak-anak dan keturunan kita," tambahnya.
Materi kedua disampaikan oleh Jamilludin dengan tema Lima Pilar Pernikahan. Penyampaian materi berlangsung interaktif dan penuh semangat. Suasana kelas semakin hidup dengan yel-yel "Tepuk Sakinah", kuis berhadiah, serta praktik analisis keinginan dan kebutuhan dalam rumah tangga. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami pentingnya membedakan antara keinginan dan kebutuhan agar mampu membangun hubungan yang saling menghargai, memahami, dan bekerja sama dalam mengelola kehidupan keluarga.
Sementara itu, materi ketiga disampaikan oleh Tsania Azmi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bantul. Dalam sesinya, peserta diajak meningkatkan kesadaran akan bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan, masa depan, bahkan keutuhan keluarga.
Tsania menegaskan bahwa narkoba bukanlah solusi atas setiap persoalan hidup. "Jangan pernah menjadikan narkoba sebagai pelarian dari masalah. Bangunlah keluarga yang sehat, kuat, dan saling mendukung sehingga setiap persoalan dapat dihadapi bersama tanpa harus terjerumus pada penyalahgunaan narkoba," pesannya.
Melalui pelaksanaan Bimwin Mandiri ini, diharapkan para calon pengantin memiliki bekal pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan keluarga, serta menjadi generasi yang melahirkan keluarga berkualitas bagi masyarakat. (TE)