Lompat ke isi utama
KUA Kretek

Perkuat Dakwah Ekonomi Syariah, Pokjaluh Kemenag Bantul Ikuti TOT Dai-Daiyah SEMESTA 2026

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 4 August 2026

Bantul (KUA Kretek) – Selasa (04/08/2026), Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul mengikuti kegiatan Training of Trainers (TOT) Dai-Daiyah dan Harvesting SEMESTA 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta dan bertempat di Hotel Royal Ambarukmo Plaza. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program SEMESTA (Semarak Ekonomi Syariah) yang bertujuan memperkuat kapasitas dai, daiyah, dan penyuluh agama sebagai agen edukasi serta literasi ekonomi syariah di tengah masyarakat.

 

Acara dibuka dengan kehadiran sejumlah tamu kehormatan, di antaranya perwakilan Pemerintah Daerah DIY yang mewakili Gubernur DIY, Direktur Bank Indonesia Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta, Nur Huda selaku Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penais Zawa) Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, serta Fahruddin Faiz yang bertindak sebagai moderator dalam sesi dialog inspiratif. Sementara itu, narasumber utama menghadirkan Habib Husein Ja'far Al Hadar yang menyampaikan materi tentang pentingnya membangun dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus mampu mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Dalam paparannya, Habib Husein Ja'far mengajak para dai, daiyah, dan penyuluh agama untuk tidak hanya menyampaikan nilai-nilai keislaman dari mimbar, tetapi juga menjadi penggerak perubahan sosial melalui pemberdayaan ekonomi umat. Menurutnya, dakwah yang menyentuh aspek ekonomi akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat nilai-nilai keadilan, kebermanfaatan, dan kemandirian sebagaimana diajarkan dalam Islam.

 

Selain sesi pelatihan, kegiatan Harvesting menjadi ruang berbagi praktik baik (best practices) dari berbagai program pemberdayaan ekonomi umat yang telah dilaksanakan di sejumlah daerah. Para peserta saling bertukar pengalaman mengenai strategi pendampingan UMKM, penguatan literasi keuangan syariah, serta kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih kuat. Forum ini sekaligus mempererat sinergi antara Bank Indonesia, Kementerian Agama, akademisi, praktisi, dan para penyuluh agama.

 

Keikutsertaan Pokjaluh Agama Islam Kemenag Bantul dalam kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kompetensi penyuluh dalam mengintegrasikan pesan-pesan dakwah dengan semangat pemberdayaan ekonomi umat. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan akan menjadi bekal untuk diterapkan dalam kegiatan penyuluhan di wilayah binaan, sehingga dakwah yang disampaikan tidak hanya memperkuat aspek spiritual masyarakat, tetapi juga mampu mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi, khususnya melalui pengembangan ekonomi syariah dan pemberdayaan UMKM. (Latifah)