Lompat ke isi utama
kua jetis

Di Awal Bulan Agustus, KUA Kapanewon Jetis Bantul Melaksanakan Bimbingan Perkawinan Mandiri bagi 44 Calon Pengantin

Dikirim oleh liana pada 5 August 2026

Bantul (KUA Jetis) - Dalam upaya mewujudkan keluarga yang tangguh, harmonis, dan berkualitas, Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Jetis Kabupaten Bantul kembali menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri bagi calon pengantin. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIB bertempat di Aula Nikah KUA Kapanewon Jetis Bantul, dan diikuti oleh 44 peserta calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.Rabu (5/8)

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen KUA Kapanewon Jetis dalam memberikan bekal pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan kepada calon pengantin agar mampu membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis, sehat, dan berlandaskan nilai-nilai agama. Bimbingan perkawinan juga menjadi bagian dari ikhtiar preventif dalam menekan angka perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, serta mendukung lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.

Acara diawali dengan pembukaan yang dipimpin oleh Kepala KUA Kapanewon Jetis Bantul, H. Armen Siregar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, tetapi merupakan sebuah amanah besar yang harus dipersiapkan dengan ilmu, kematangan emosional, tanggung jawab, dan komitmen yang kuat.

Beliau menegaskan bahwa pasangan calon pengantin perlu memiliki bekal yang cukup sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Melalui Bimbingan Perkawinan Mandiri ini diharapkan para peserta mampu memahami hak dan kewajiban sebagai suami maupun istri, membangun komunikasi yang sehat, menyelesaikan persoalan keluarga secara bijaksana, serta mempersiapkan kelahiran generasi yang sehat dan unggul.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh tiga narasumber yang kompeten sesuai bidangnya.

Materi pertama disampaikan oleh Umi Salamah dari PLKB Kapanewon Jetis dengan tema "Stunting dan Menjadi Suami Siaga." Dalam paparannya dijelaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum pernikahan melalui kesiapan kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, serta perencanaan kehamilan yang baik. Selain itu, peran suami sangat penting sebagai pendamping yang siaga dalam memberikan dukungan fisik, emosional, maupun psikologis kepada istri sejak masa kehamilan hingga proses pengasuhan anak. Dengan kerja sama yang baik antara suami dan istri, diharapkan dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Materi kedua disampaikan oleh H. Tarso dengan tema "Mengatasi Problematika dalam Rumah Tangga dengan Baik." Beliau mengajak para calon pengantin untuk memahami bahwa setiap keluarga pasti menghadapi berbagai ujian dan tantangan. Oleh karena itu, setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik, saling menghargai, musyawarah, kesabaran, serta mengedepankan nilai-nilai ajaran Islam. Beliau juga menekankan pentingnya pengendalian emosi, saling memaafkan, dan membangun komitmen bersama agar rumah tangga tetap harmonis meskipun menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

Materi ketiga disampaikan oleh Ipan Mutaqin selaku penyuluh dari KUA Kapanewon Jetis dengan tema "Membangun Keluarga Sakinah, Mawaddah wa Rahmah." Dalam penyampaiannya dijelaskan bahwa keluarga sakinah tidak lahir secara instan, melainkan dibangun melalui fondasi keimanan, ibadah, akhlak mulia, komunikasi yang sehat, rasa saling menghormati, serta komitmen untuk saling membantu dalam kebaikan. Beliau juga mengajak para peserta untuk menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan rumah tangga sehingga keluarga yang dibangun mampu menjadi tempat yang penuh ketenangan, kasih sayang, dan keberkahan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti setiap sesi dengan penuh antusias. Diskusi interaktif, tanya jawab, serta berbagi pengalaman menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami secara lebih mendalam dan aplikatif.

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan penuh Tim Panitia KUA Kapanewon Jetis Bantul yang telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, mulai dari administrasi peserta, penyediaan sarana prasarana, hingga kelancaran pelaksanaan acara.

Melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri ini, KUA Kapanewon Jetis Bantul berharap setiap calon pengantin memiliki kesiapan lahir dan batin dalam membangun rumah tangga yang kokoh, mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan keluarga secara dewasa, serta melahirkan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah dan menjadi bagian dari terwujudnya masyarakat yang religius, harmonis, serta berkualitas.

"Mempersiapkan pernikahan bukan hanya mempersiapkan sebuah acara, tetapi mempersiapkan perjalanan ibadah seumur hidup menuju keluarga yang penuh keberkahan."(Endro)