Tingkatkan Kualitas Guru, KKGMAI PAI BA Bantul Gelar PKB Bertema Kurikulum Berbasis Cinta dan Moderasi Beragama
Bantul (KKGMI PAI BA) Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab (KKGMI PAI BA) Kementerian Agama Kabupaten Bantul menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi para pendidik PAI dan Bahasa Arab Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Bantul. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (6/1/2026) ini dipusatkan di Aula PLHUT Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul.
Pada kesempatan kali ini, KKGMAI PAI BA mengangkat tema yang sangat relevan dengan dinamika pendidikan masa kini, yaitu "Kurikulum Berbasis Cinta dan Moderasi Beragama". Program ini terlaksana berkat dukungan penuh dari Dana Bantuan Pemberdayaan KKG yang bersumber dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Dikmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Ahmad Musyadad. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran guru dalam mengimplementasikan nilai-nilai kasih sayang dan moderasi dalam proses belajar mengajar.
"Kurikulum bukan sekadar deretan materi akademik, melainkan instrumen untuk membentuk karakter siswa yang inklusif, toleran, dan penuh kasih. Melalui PKB ini, diharapkan guru-guru PAI di Bantul mampu menjadi garda terdepan dalam menyemaikan moderasi beragama," ujar Ahmad Musyadad.
Kegiatan PKB ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesionalitas guru. Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi internalisasi Kurikulum Berbasis Cinta, yaitu Bagaimana guru dapat menciptakan atmosfer kelas yang hangat dan memanusiakan siswa.
Selanjutnya mengenai Penguatan Moderasi Beragama, yaitu strategi menyisipkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan dalam kurikulum PAI.
Dengan adanya kegiatan ini, KKGMAI PAI BA Kabupaten Bantul berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan sikap sosial yang moderat, sekaligus memastikan pemanfaatan bantuan pemberdayaan KKG berdampak langsung pada kualitas lulusan madrasah. (Agassa)