Lompat ke isi utama
x
MAN 2 Bantul

Solid Bersama untuk Gizi Siswa: MAN 2 Bantul Bahas Strategi MBG

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 15 September 2025

Bantul (MAN 2 Bantul) – Aula MAN 2 Bantul dipenuhi suasana antusias pada Jumat (12/09/2025), ketika seluruh unsur madrasah berkumpul membahas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari kepala madrasah, wakil kepala, wali kelas, hingga tenaga tata usaha, semua duduk bersama demi menyukseskan program gizi untuk siswa.


Program MBG merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Bagi MAN 2 Bantul, program ini tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian madrasah terhadap kesehatan dan prestasi siswanya. Karena itu, rapat koordinasi dipandang penting sebagai sarana menyatukan visi dan merumuskan strategi pelaksanaan.


Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, membuka rapat dengan menegaskan bahwa MBG adalah program yang membutuhkan dukungan semua pihak. Ia menyampaikan bahwa gizi yang baik merupakan kunci keberhasilan siswa dalam belajar. “Kita ingin anak-anak tidak hanya hadir di kelas, tetapi juga benar-benar siap secara fisik dan mental untuk menerima pelajaran. Makan bergizi adalah fondasi penting agar mereka dapat tumbuh sehat, berprestasi, dan memiliki semangat belajar tinggi,” ujarnya.


Pernyataan tersebut disambut positif oleh peserta rapat. Hadirnya wali kelas, wakil kepala madrasah, dan tenaga tata usaha dalam forum ini menunjukkan adanya kesadaran bersama bahwa MBG bukanlah tugas satu pihak saja. Semua elemen harus bergerak bersama agar tujuan besar program dapat tercapai.


Agenda utama rapat adalah membahas mekanisme kerja sekaligus menyusun standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan MBG. Berbagai usulan muncul dari peserta, mulai dari teknis pendataan siswa penerima, jadwal pembagian, hingga cara menjaga kualitas dan kebersihan makanan.


Dalam diskusi, muncul kesepakatan untuk membentuk tim khusus yang bertugas mengoordinasikan jalannya program. Dari hasil musyawarah, nama Muh. Nurul Huda ditetapkan sebagai koordinator utama MBG. Ia dipercaya memimpin tim karena dinilai memiliki ketelitian serta pengalaman dalam mengatur kegiatan administratif madrasah.


Muh. Nurul Huda menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. “Saya siap bekerja sama dengan semua pihak agar program ini bisa berjalan tertib, transparan, dan sesuai harapan. Nantinya, semua sistem kerja akan dituangkan dalam SOP yang jelas sehingga setiap orang tahu tugasnya masing-masing,” katanya.


Rapat juga menyoroti peran krusial wali kelas dalam mendukung kelancaran MBG. Mereka bertanggung jawab mendata siswa di kelas masing-masing, memastikan pembagian berjalan tertib, serta melaporkan kebutuhan kelas. Sementara itu, tenaga tata usaha mendapat amanah mengatur administrasi, mulai dari logistik hingga pelaporan kegiatan.


Wakil kepala madrasah yang hadir, seperti bidang kurikulum, kesiswaan, humas, dan sarpras, juga memberikan kontribusi ide sesuai bidangnya. Sinergi inilah yang membuat suasana rapat terasa hidup, penuh tukar pikiran, dan berorientasi pada solusi.


Sepanjang rapat, berbagai masukan disampaikan dengan terbuka. Salah satu wali kelas, Siti Nur’aini, menekankan perlunya melibatkan siswa dalam kegiatan. “Pengurus kelas bisa kita ajak membantu mengatur antrean dan distribusi makanan, supaya pembagian lebih tertib,” sarannya.


Masukan ini mendapat sambutan positif dari peserta lain. Ide-ide segar tersebut menunjukkan bahwa semua pihak memiliki kepedulian tinggi terhadap keberhasilan program. Diskusi hangat yang berlangsung di aula memperlihatkan bahwa MBG bukan hanya agenda formal, melainkan gerakan bersama untuk menyehatkan siswa.


Program MBG adalah langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemenuhan gizi. Namun tanpa koordinasi yang matang, pelaksanaan bisa menghadapi kendala, seperti distribusi yang tidak merata, jadwal yang mengganggu pembelajaran, atau kualitas makanan yang kurang terjaga.


Karena itu, rapat koordinasi menjadi krusial. Dengan adanya tim khusus dan SOP yang jelas, setiap unsur madrasah memahami peran masing-masing, sehingga pekerjaan tidak tumpang tindih dan masalah dapat diantisipasi sejak awal.


Rapat ditutup dengan doa bersama, menandai semangat kolektif seluruh warga madrasah. Kepala MAN 2 Bantul kembali menekankan pentingnya menjaga komitmen. “Mari kita sukseskan program ini dengan penuh tanggung jawab. Kita ingin melihat anak-anak kita tumbuh sehat, semangat, dan mampu meraih prestasi yang gemilang,” tuturnya. Harapan serupa juga diungkapkan oleh sejumlah guru dan pegawai yang hadir. Mereka optimis bahwa dengan kerja sama yang solid, program MBG di MAN 2 Bantul dapat menjadi contoh positif bagi madrasah lain di Kabupaten Bantul maupun daerah sekitar.


Program MBG bukan sekadar memberi makanan, tetapi juga membangun masa depan. Dengan gizi yang tercukupi, siswa akan lebih fokus, disiplin, dan bersemangat belajar. Rapat koordinasi di MAN 2 Bantul menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan program besar berawal dari kerja sama yang baik, komunikasi yang terbuka, dan kepedulian terhadap peserta didik. Dengan penunjukan Muh. Nurul Huda sebagai koordinator, serta dukungan penuh dari kepala madrasah, wakil kepala, wali kelas, dan tenaga tata usaha, MAN 2 Bantul siap menjalankan MBG dengan lebih terstruktur, tertib, dan berdampak luas.(fitria)