Lompat ke isi utama
x
MTsN 4 Bantul

MTsN 4 Bantul Gelar IHT Hari Kedua, Fokus Kupas Kokurikuler pada Kurikulum Berbasis Cinta

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 8 January 2026

Bantul (MTsN 4 Bantul) - Hari kedua MTsN 4 Bantul mengadakan In House Training (IHT) dengan tema “Implementasi KMA 1503 Tahun 2025“ yang berfokus kupas kokurikuler pada kurikulum berbasis cinta (KBC) pada Rabu (07/01/2026) bertempat di Joglo Yoso, Palbapang, Bantul, yang diikuti oleh 55 guru.  

 

Pada hari kedua ini menghadirkan narasumber Etyk Nurhayati, pengawas madrasah, dengan materi Integrasi KBC dalam Intrakurikuler, Ekstrakurikuler, Kokurikuler dan Iklim/Budaya Masdrasah. Menurut Etyk, regulasi baru ini merupakan perubahan atas KMA Nomor 450 Tahun 2024, bertujuan untuk mempercepat penguatan mutu pendidikan madrasah melalui pedoman implementasi kurikulum pada RA, MI, MTs, MA, dan MAK, mencakup pembahasan detail KMA Nomor 1503 Tahun 2025 dan tiga panduan teknis implementasi penting, antara lain Panduan Kurikulum Madrasah, Panduan Pembelajaran dan Asesmen, dan Panduan Kokurikuler.

 

Perubahan kurikulum ini akan berdampak besar pada tata kelola pembelajaran, terutama integrasi nilai P5RA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil ‘Alamin) yang kini masuk dalam skema kokurikuler. Etyk mengimbau untuk menyikapi perubahan sebagai keniscayaan, dengan konsep KBC sebagai kunci utama. "Guru dalam memperkuat mutu pembelajaran yang berorientasi pada nilai, pengalaman, dan pembentukan karakter siswa harus terus mengedepankan 8 Demensi Profil Lulusan, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) dan 5 Panca Cinta atau sering di sebut dengan gerakan 875 dalam setiap pembelajaran di kelas," tandasnya.

 

Narasumber kedua hadir pengawas madrasah, Miftakhul Bakhri dengan memberikan materi Dokumen Kurikulum Madrasah dan Membangun Profil Guru Berbasis Cinta. "Sebagai guru, ketika masuk di kelas pertama ucapkan dalam hati saya datang hari ini bukan untuk mengejar materi tetapi untuk menyentuh hati, kedua setiap anak adalah bintang yang butuh cahaya, ketiga kesabaran saya hari ini adalah investasi untuk masa depan mereka yang tak ternilai, keempat saya menerima siswa apa adanya agar mereka tumbuh menjadi versi terbaik, kelima kelas saya adalah ruang aman di mana setiap kesalahan adalah bagian proses belajar anak anak," ucapnya.

 

Kepala Madrasah, Sugeng Muhari pada kesempatan ini mengajak seluruh guru yang hadir untuk sigap dan cerdas dalam menyikapi KMA Kurikulum Madrasah 2025. "KMA Kurikulum Madrasah 2025 lebih dari sekadar dokumen administratif. Ini adalah peta jalan menuju madrasah yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan," tegasnya.

 

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan pakta integritas yang dilaksanakan oleh guru MTsN 4 Bantul sebagai wujud komitmen guru untuk menjaga integritas dan profesionalisme. (yul)