MAN 4 Bantul Dorong Standarisasi Integritas Data melalui Forum ODM Kabupaten Bantul
Bantul (MAN 4 Bantul) – MAN 4 Bantul menggelar kegiatan pembinaan kesiswaan bertema Madrasah Ramah Anak (MRA) pada Rabu (13/05/2026) di Aula MAN 4 Bantul. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam memperkuat budaya pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan berpihak pada tumbuh kembang murid.
Pembinaan tersebut diikuti oleh murid kelas X E1 hingga X E5. Selama kegiatan berlangsung, para murid didampingi guru Bimbingan dan Konseling (BK), tim kesiswaan, serta Tim MRA MAN 4 Bantul. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme karena materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari para murid di lingkungan madrasah maupun pergaulan sosial.
Sebagai madrasah mandatoring Madrasah Ramah Anak, MAN 4 Bantul terus berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada kenyamanan, keamanan, dan kesehatan mental seluruh warga madrasah. Melalui pembinaan ini, murid diajak memahami pentingnya saling menghormati, membangun komunikasi yang sehat, serta menjauhi tindakan perundungan maupun kekerasan dalam bentuk apa pun.
Dalam kegiatan tersebut, pihak madrasah menghadirkan narasumber berpengalaman, Eko Sukamto. Ia merupakan mantan staf educator di LSM anak internasional SOS Children’s Village Indonesia selama kurang lebih 10 tahun serta aktif sebagai tim penilai Sekolah Ramah Anak dan Kampung Ramah Anak di berbagai wilayah.
Melalui penyampaiannya yang komunikatif dan humanis, Eko Sukamto mengajak para murid memahami bahwa madrasah yang nyaman tidak hanya dibangun oleh aturan, tetapi juga oleh sikap peduli dan empati antarsesama. Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki hak untuk merasa aman, dihargai, dan didengarkan di lingkungan pendidikan.
Para murid tampak aktif mengikuti kegiatan. Beberapa di antaranya terlibat dalam sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai pentingnya menjaga hubungan yang sehat di lingkungan madrasah. Materi yang disampaikan juga dikemas dengan pendekatan ringan sehingga mudah dipahami para peserta.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Dwi Mulyono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menciptakan budaya madrasah yang lebih positif dan ramah bagi seluruh murid. “Pembinaan ini menjadi langkah nyata MAN 4 Bantul dalam memperkuat implementasi Madrasah Ramah Anak. Kami ingin seluruh murid merasa aman, nyaman, dihargai, dan bahagia ketika berada di lingkungan madrasah. Pendidikan bukan hanya tentang prestasi akademik, tetapi juga tentang bagaimana membentuk karakter, empati, dan kepedulian antarsesama. Kami berharap nilai-nilai Madrasah Ramah Anak dapat tumbuh menjadi budaya bersama di MAN 4 Bantul,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan semacam ini mampu meningkatkan kesadaran seluruh warga madrasah tentang pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat secara emosional maupun sosial. Dengan demikian, murid dapat berkembang secara optimal, baik dalam aspek akademik maupun karakter.
MAN 4 Bantul terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi madrasah yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga menjadi rumah kedua yang aman dan menyenangkan bagi para murid. (lel/ica)-al