Lompat ke isi utama
MAN 4 Bantul

Terapkan Konsep Ekoteologi, MAN 4 Bantul Hidupkan Ekosistem Sudut Kolam Madrasah

Dikirim oleh Fidela alma pada 25 Mei 2026

Bantul (MAN 4 Bantul) – Di tengah padatnya aktivitas madrasah dan beragam agenda pendidikan yang berlangsung setiap hari, semangat menjaga kelestarian lingkungan tetap tumbuh di MAN 4 Bantul. Kepedulian terhadap alam tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui berbagai aksi nyata dalam program Adiwiyata dan penguatan nilai-nilai ekoteologi.

 

Salah satu bentuk kepedulian tersebut terlihat pada Senin (25/05/2026) di area kolam ikan MAN 4 Bantul. Di sela-sela aktivitas madrasah, anggota Tim Adiwiyata MAN 4 Bantul, Dwi Mulyono dan Mukhroji Shidqi, meluangkan waktu untuk merawat lingkungan, khususnya kolam konservasi yang menjadi bagian dari program pelestarian lingkungan madrasah.

 

Dengan penuh perhatian, Dwi Mulyono memberikan pakan kepada ikan-ikan di kolam sambil memastikan kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi dengan baik. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi rutinitas harian, tetapi juga mencerminkan implementasi nilai ekoteologi yang menekankan pentingnya menjaga alam dan seluruh makhluk hidup sebagai bagian dari tanggung jawab manusia.

 

Kolam ikan yang berada di lingkungan MAN 4 Bantul juga berfungsi sebagai bagian dari program konservasi air madrasah. Selain memperindah lingkungan, kolam tersebut dimanfaatkan sebagai sarana edukasi untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya menjaga ekosistem dan keseimbangan lingkungan hidup.

 

Dalam program Adiwiyata yang terus dikembangkan, kepedulian terhadap seluruh makhluk hidup menjadi salah satu nilai yang ditanamkan kepada warga madrasah. Mulai dari merawat tanaman, menjaga kebersihan lingkungan, hingga memberi makan ikan, semuanya menjadi bagian dari pendidikan karakter berbasis lingkungan.

 

Dwi Mulyono menjelaskan bahwa konsep ekoteologi mengajarkan manusia untuk hidup selaras dan harmonis dengan alam.

 

“Ekoteologi mengingatkan kita bahwa menjaga lingkungan dan merawat makhluk hidup merupakan bagian dari ibadah serta tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Hal-hal sederhana seperti merawat kolam dan memberi makan ikan juga menjadi wujud kepedulian terhadap ciptaan Allah,” ujarnya.

 

Ia berharap budaya peduli lingkungan dapat terus berkembang di kalangan murid maupun seluruh warga madrasah sehingga semangat Adiwiyata tidak hanya menjadi program, tetapi juga menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari.

 

Upaya sederhana yang dilakukan Tim Adiwiyata MAN 4 Bantul tersebut menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari kolam konservasi yang berada di lingkungan madrasah, nilai kepedulian, kecintaan terhadap alam, dan kesadaran spiritual tumbuh serta memberikan inspirasi bagi seluruh warga madrasah. (lel/ica)-al