Lompat ke isi utama
x
MAN 2 Bantul

MAN 2 Bantul Jadi Mitra Uji Coba Aplikasi VR Biologi Tim LIDM UAD

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 15 September 2025

Bantul (MAN 2 Bantul) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul menjadi lokasi uji coba aplikasi Virtual Reality (VR) untuk pembelajaran biologi yang dikembangkan oleh Tim Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Jumat (12/09/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan tim UAD dalam menghadapi LIDM tingkat nasional.


Aplikasi berbasis VR yang diperkenalkan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih imersif kepada siswa. Selama ini, pembelajaran biologi kerap bergantung pada buku teks atau gambar dua dimensi yang terkadang membuat materi terasa abstrak. Dengan VR, siswa dapat melihat organ tubuh manusia, jaringan, maupun sistem biologis lainnya dalam bentuk tiga dimensi yang interaktif.


Ketua Tim LIDM UAD menjelaskan bahwa aplikasi ini merupakan jawaban atas kebutuhan media pembelajaran yang lebih modern. “Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dan menyenangkan. Dengan VR, konsep biologi yang sulit dapat divisualisasikan secara nyata sehingga siswa lebih mudah memahami,” ungkapnya.


Ruang kelas XII A MAN 2 Bantul menjadi saksi kehebohan siswa ketika pertama kali mencoba perangkat VR. Satu per satu siswa dipanggil untuk mengenakan headset dan melihat simulasi biologi yang telah diprogram. Mereka tampak kagum ketika bisa “masuk” ke dalam tubuh manusia dan menyaksikan langsung bagaimana sistem peredaran darah bekerja, atau melihat detail struktur sel yang biasanya hanya tergambar di buku.


Seorang siswi bernama Sekar mengaku sangat senang dengan pengalaman ini. “Belajarnya jadi lebih menyenangkan, apalagi bisa melihat langsung organ tubuh dari dalam. Biasanya kami hanya membaca di buku, tapi dengan VR terasa lebih nyata dan mudah dipahami,” tuturnya penuh semangat.


Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyambut baik inisiatif kolaborasi antara UAD dan madrasah yang dipimpinnya. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan.


“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Tim LIDM UAD di madrasah ini. Kolaborasi ini sejalan dengan misi MAN 2 Bantul dalam menyiapkan siswa menghadapi era digital. Teknologi seperti VR harus kita manfaatkan untuk menunjang pembelajaran, karena generasi sekarang sangat dekat dengan dunia digital,” jelasnya.


Beliau juga menambahkan bahwa kehadiran inovasi semacam ini dapat memotivasi siswa untuk lebih semangat belajar serta membuka wawasan mereka tentang pemanfaatan teknologi di bidang pendidikan.


Kegiatan sosialisasi dan uji coba ini dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, Tim LIDM memberikan pemaparan singkat mengenai latar belakang, tujuan, dan manfaat aplikasi VR dalam pembelajaran biologi. Presentasi disampaikan secara interaktif dengan menampilkan cuplikan video simulasi yang akan dicoba siswa.


Kedua, sesi uji coba langsung dilaksanakan. Siswa mendapat giliran mencoba headset VR dan merasakan sendiri sensasi belajar biologi dalam dunia virtual. Selama proses berlangsung, tim mahasiswa mendampingi mereka agar tidak kesulitan dalam mengoperasikan perangkat.


Ketiga, dilakukan sesi diskusi dan evaluasi. Siswa diberi kesempatan menyampaikan kesan, pengalaman, maupun saran perbaikan terhadap aplikasi. Semua masukan dicatat oleh tim LIDM UAD sebagai bahan penyempurnaan produk sebelum dipresentasikan di ajang lomba nasional.


Penggunaan teknologi VR diyakini mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital. Biologi adalah mata pelajaran yang penuh dengan konsep abstrak dan objek mikroskopis yang sulit dipahami hanya lewat teks. Dengan VR, siswa tidak sekadar menghafal teori, tetapi bisa merasakan pengalaman visual secara langsung.


Selain itu, VR juga mendorong siswa untuk lebih aktif, kritis, dan kreatif. Pengalaman belajar yang menyenangkan membuat siswa lebih bersemangat dan memudahkan mereka mengingat materi. Hal ini tentu berdampak positif pada kualitas pembelajaran di kelas.


Tim mahasiswa UAD berharap aplikasi ini tidak hanya berhenti sebagai karya lomba, tetapi juga dapat digunakan secara luas di berbagai sekolah dan madrasah. “Kami ingin aplikasi ini memberi manfaat nyata bagi dunia pendidikan. Ke depan, kami juga berharap bisa mengembangkan fitur serupa untuk mata pelajaran lain, seperti fisika, kimia, bahkan sejarah,” kata salah satu anggota tim.


MAN 2 Bantul merasa bangga dapat menjadi mitra uji coba aplikasi inovatif ini. Selain memberi pengalaman baru kepada siswa, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah menengah. Sinergi keduanya menunjukkan bahwa kolaborasi dapat melahirkan inovasi yang bermanfaat luas.


Dengan adanya uji coba ini, MAN 2 Bantul optimis pembelajaran biologi di madrasah dapat lebih variatif, kreatif, dan menyenangkan. Ke depan, pihak madrasah berharap semakin banyak inovasi teknologi yang bisa dihadirkan ke ruang kelas, sehingga pendidikan semakin relevan dengan perkembangan zaman.(fitria)