Lompat ke isi utama
x
KUA Sedayu

KUA Sedayu Jadi Tuan Rumah Pelaksanaan Halaqah Mitigasi Bencana Sosial

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 28 November 2025

Bantul (KUA Sedayu) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bantul menggelar Halaqah Mitigasi Bencana Sosial di Masyarakat pada hari Kamis (27/11/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula KUA Sedayu. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Forkompinkap Sedayu, pengurus MUI Kabupaten Bantul, pengurus MUI Sedayu, serta para tokoh agama dan masyarakat.

 

Kepala KUA Sedayu, Ari Iswanto, secara resmi memberikan sambutan dan membuka rangkaian kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan mitigasi bencana sosial sangat relevan untuk memperkuat solidaritas masyarakat. “Acara seperti ini sangat penting untuk mencegah terjadinya konflik di masyarakat, sekaligus memperkuat peran tokoh agama dan lembaga keagamaan dalam membangun suasana yang rukun,” ujarnya.

 

Acara inti dimoderatori oleh Ketua MUI Kapanewon Sedayu, Sugiyanto. Dua narasumber hadir memberikan materi, yaitu Sugeng Prihatin,  dan Syahroini Jamil. Dalam penyampaiannya, Sugeng Prihatin menjelaskan bahwa bencana sosial adalah ancaman nyata yang perlu mendapat perhatian serius, bukan hanya bencana alam semata. “Bencana itu bukan hanya bencana alam, tetapi juga bencana sosial seperti konflik, disintegrasi sosial, dan gesekan antarwarga. Sebagai umat Muslim, kita wajib berpedoman pada Q.S. Al-Hujurat ayat 10, bahwa sesama Muslim adalah bersaudara,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Syahroini Jamil menyoroti pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi harmonisasi masyarakat. Ia menekankan bahwa suasana rukun di masyarakat berawal dari lingkungan keluarga. “Jika setiap keluarga mampu menumbuhkan sikap saling menghargai, maka keharmonisan dalam kehidupan sosial akan mudah terwujud,” tuturnya.

 

Melalui penyelenggaraan halaqah ini, para peserta diharapkan dapat memperkuat peran strategis dalam mencegah potensi konflik serta menangani persoalan sosial di lingkungan masing-masing. Halaqah ini juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran, sinergi, dan kolaborasi dalam menciptakan masyarakat yang damai, harmonis, dan kondusif. (TE)