Lompat ke isi utama
x
MAN 4 Bantul

Kreatif, Laboratorium MAN 4 Bantul “Disulap” Jadi Panggung Energi Alternatif Bio Baterai

Dikirim oleh liana pada 12 January 2026

Bantul (MAN 4 Bantul) – Proses pembelajaran kimia di kelas XII F3 MAN 4 Bantul pada Kamis (08/01/2025) berlangsung dengan suasana yang berbeda. Laboratorium IPA yang biasanya tenang berubah menjadi ruang belajar aktif yang sarat dengan rasa ingin tahu. Dengan pendampingan guru kimia MAN 4 Bantul, Ratna Dhevi Fahmiyati, para siswa melaksanakan praktikum pembuatan bio baterai berbasis prinsip sel volta. Kegiatan ini dirancang untuk menguatkan pemahaman konsep melalui pengalaman belajar langsung yang menarik dan bermakna.

 

Dalam praktikum tersebut, siswa memanfaatkan bahan alami seperti jeruk, tomat, dan kentang yang berperan sebagai elektrolit. Elektroda yang digunakan terdiri atas koin tembaga sebagai katoda dan paku seng sebagai anoda. Seluruh rangkaian dihubungkan menggunakan kabel, kemudian diuji dengan multimeter dan lampu LED kecil untuk membuktikan adanya aliran listrik. Melalui percobaan ini, siswa dapat mengamati secara langsung proses konversi energi kimia menjadi energi listrik akibat reaksi redoks spontan.

 

Ratna Dhevi menjelaskan bahwa bahan-bahan alami tersebut berfungsi sebagai pengganti larutan asam sulfat yang biasa digunakan pada sel volta konvensional. Kandungan asam dalam buah dan sayuran mampu mendukung perpindahan elektron dari anoda ke katoda saat rangkaian ditutup. Dengan metode ini, konsep elektrokimia yang sebelumnya bersifat abstrak menjadi lebih mudah dipahami secara konkret oleh peserta didik.

 

“Antusiasme siswa sangat terlihat. Mereka menikmati pembelajaran karena dapat melakukan praktik langsung dan menyaksikan lampu LED menyala dari bahan-bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa kimia itu nyata dan menyenangkan,” tutur Ratna Dhevi Fahmiyati di sela kegiatan.

 

Melalui praktikum bio baterai ini, siswa tidak hanya memahami prinsip kerja sel volta, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis mengenai potensi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Pembelajaran kontekstual tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap sains sekaligus meningkatkan kesadaran akan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak. (lel/ica)-al