Lompat ke isi utama
x
MAN 4 Bantul

Filosofi Matematika di Lapangan Upacara: Pesan Bermakna dari MAN 4 Bantul untuk Siswa

Dikirim oleh liana pada 6 February 2026

Bantul (MAN 4 Bantul) – Aktivitas Senin pagi di MAN 4 Bantul pada Senin (26/01/2026) diawali dengan pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung tertib dan sarat makna. Upacara yang diselenggarakan di halaman madrasah tersebut diikuti oleh seluruh civitas akademika, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan, sebagai wujud kedisiplinan serta penanaman nilai cinta tanah air.

 

Petugas upacara pada kesempatan ini berasal dari siswa kelas X E3 yang melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab. Setiap rangkaian upacara berjalan secara sistematis, mencerminkan kesiapan dan kekompakan para petugas. Adapun pembina upacara dipercayakan kepada Retnaningsih, guru Matematika MAN 4 Bantul, yang menyampaikan amanat dengan gaya penyampaian khas, sederhana, dan mudah dipahami oleh peserta upacara.

 

Dalam amanatnya, Retnaningsih mengaitkan nilai-nilai karakter dengan konsep dasar matematika. Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk memaknai kehidupan sebagai rangkaian perhitungan kebaikan. Pesan yang disampaikan meliputi ajakan untuk menambah kebaikan, mengurangi keburukan, membagikan ilmu kepada sesama, serta melipatgandakan setiap perbuatan baik agar manfaatnya semakin luas.

 

“Kita dapat belajar dari matematika dalam kehidupan sehari-hari. Tambahkan kebaikan dalam diri kita, kurangi keburukan, bagikan ilmu yang kita miliki, dan kalikan setiap kebaikan agar dampaknya semakin besar,” tutur Retnaningsih dalam amanatnya.

 

Amanat tersebut disampaikan dengan bahasa yang lugas namun berkesan, sehingga mampu menarik perhatian seluruh peserta upacara. Pesan yang disampaikan tidak hanya relevan dalam ranah akademik, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah untuk senantiasa memperbaiki diri dan menebarkan manfaat.

 

Melalui pelaksanaan upacara bendera ini, MAN 4 Bantul tidak hanya menanamkan nilai nasionalisme, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter melalui pendekatan yang kreatif dan kontekstual. Upacara Senin pagi pun menjadi sarana refleksi bersama bahwa proses pembelajaran dapat berlangsung di mana saja, bahkan di bawah kibaran Sang Merah Putih. (lel/ica)-al