Dua Siswa MTs N 4 Bantul Terima Beasiswa, Mimpi Menjadi Perawat dan Polisi Kian Dekat
Bantul (MTsN 4 Bantul) — Harapan untuk meraih cita-cita kembali mendapat suntikan semangat. Dua siswa MTsN 4 Bantul, Danindi Renandhita, siswa kelas VII E, dan Rahardian Adi Pamungkas, siswa kelas VIII C, menerima beasiswa pendidikan dari Yayasan Solidaritas Yogyakarta masing-masing sebesar Rp2 juta per tahun. Penyerahan bantuan berlangsung di Aula MTs N 4 Bantul, Senin (10/08/2026) pukul 10.00 WIB. Danindi bercita-cita menjadi perawat, sedangkan Rahardian ingin mengabdikan diri sebagai polisi. Bantuan tersebut diberikan secara berkelanjutan hingga keduanya menyelesaikan pendidikan di jenjang SMA.
Penyerahan beasiswa dihadiri empat warga Perancis bersama seorang penerjemah, dua perwakilan Yayasan Solidaritas Yogyakarta, Kepala Tata Usaha, Waka Humas, Guru BK, kedua penerima beasiswa beserta orang tua. Kehadiran Michel dan Delphine menjadi bagian dari kepedulian lintas negara dalam mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak di Kabupaten Bantul. Program beasiswa ini tidak hanya menjadi bentuk bantuan finansial, tetapi juga menghadirkan dukungan moral agar para penerima tetap memiliki semangat untuk belajar dan mengejar cita-cita.
Dalam sambutannya, Kaharja menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Solidaritas Yogyakarta yang telah menghimpun dan menyalurkan bantuan pendidikan kepada para siswa. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Michel dan Delphine atas kepedulian yang diberikan kepada dua siswa MTs N 4 Bantul. “Semoga bantuan ini bermanfaat, meringankan kebutuhan pendidikan, dan menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar serta mewujudkan cita-citanya,” ungkap Kaharja.
Program beasiswa Yayasan Solidaritas Yogyakarta memiliki jangkauan yang lebih luas. Sebanyak 41 siswa dari 28 satuan pendidikan se-Kabupaten Bantul menerima bantuan pendidikan melalui program tersebut. Bagi Danindi, beasiswa ini menjadi pijakan untuk mendekatkan langkah menuju profesi perawat, sementara bagi Rahardian menjadi penyemangat untuk terus belajar demi mewujudkan cita-cita menjadi polisi. Dua siswa, dua cita-cita, dan satu harapan yang sama: terus belajar untuk meraih masa depan yang lebih baik. Kepedulian yang hadir hari ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan investasi harapan bagi generasi muda Bantul.(yul)