Lompat ke isi utama
MIN 2 Bantul

Belajar QS Al-'Alaq secara Kreatif, Murid MIN 2 Tuangkan Pesan Iqra’ dalam Slogan

Dikirim oleh Sugiyono pada 10 August 2026

Bantul (MIN 2 Bantul) - Pembelajaran Al-Qur’an Hadis di MIN 2 Bantul dilaksanakan melalui kegiatan kreatif yang mendorong murid untuk memahami sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Qur’an. Pada Senin, 10 Agustus 2026, murid kelas 6A dan 6B melaksanakan kegiatan penyusunan slogan bertema QS Al-'Alaq, khususnya pesan Iqra’ atau perintah membaca, di kelas masing-masing.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran yang diarahkan pada penguatan pemahaman terhadap kandungan QS Al-'Alaq ayat 1–5. Murid tidak hanya mempelajari makna ayat secara tekstual, tetapi juga diarahkan untuk menghubungkannya dengan aktivitas membaca, belajar, dan mencari ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, murid menyusun kalimat slogan yang merepresentasikan pemahaman mereka terhadap nilai Iqra’. Slogan kemudian ditulis dan dikembangkan secara kreatif sehingga menjadi media sederhana untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya membaca dan menuntut ilmu.

Guru Al-Qur’an Hadis MIN 2 Bantul, Zulfa Afifah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk mengintegrasikan aspek pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan sikap dalam pembelajaran. “Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya memahami bahwa wahyu pertama mengandung perintah membaca, tetapi juga diajak memaknai membaca sebagai bagian dari proses memperoleh ilmu. Penyusunan slogan menjadi sarana bagi murid untuk mengonstruksi pemahamannya sendiri dan menyampaikannya dalam bentuk yang kreatif,” jelas Zulfa Afifah.

Menurutnya, pembelajaran berbasis produk sederhana seperti slogan juga memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Murid dituntut memilih kata, merumuskan pesan, serta mempertimbangkan bagaimana gagasan tersebut dapat disampaikan secara singkat dan komunikatif. “Harapannya, pesan Iqra’ tidak berhenti pada pemahaman di dalam kelas. Murid dapat menerapkannya melalui kebiasaan membaca, semangat belajar, serta kesadaran bahwa ilmu perlu diperoleh dan digunakan untuk kebaikan,” tambahnya.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an Hadis dapat dikembangkan melalui pendekatan kontekstual dan kreatif. Dengan mengaitkan kandungan ayat dengan pengalaman belajar murid, pembelajaran diharapkan mampu membangun pemahaman yang lebih bermakna sekaligus mendorong internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, MIN 2 Bantul terus mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada penguatan literasi, kreativitas, karakter, dan kemampuan murid dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Qur’an. (Zul)