Syamsul Anam Ganti Imam Syamroni Jabat Kepala MTsN 8 Bantul Per 01 September 2026
Bantul (MTsN 8 Bantul) – Kepala MTsN 8 Bantul Imam Syamroni per 01 September 2026 berakhir tugasnya diganti Syamsul Anam. Serah terima jabatan Kepala MTsN 8 Bantul yang ke sebelas tersebut dilaksanakan di aula MTsN 8 Bantul, Senin (28/09/2026). Sertijab bertema Jejak Terukir, Langkah Baru Menuju Madrasah Lebih Maju dihadiri rombongan dari MAN 3 Bantul seperti Kepala TU MAN 3 Bantul Amin, wakaur kurikulum, humas, kepala perpustakaan, serta dihadiri juga komite MTsN 8 Bantul.
Imam Syamroni didampingi Kepala TU MTsN 8 Bantul Nur Khasanah menyampaikan dalam sambutan bahwa pergantian kepala madrasah merupakan hal yang wajar terlebih di madrasah negeri. Pergantian tentu telah disesuaikan dengan kebutuhan. Selanjutnya ketua komite MTsN 8 Bantul Ahmadi menyampaikan selamat datang di madrasah yang berlokasi di Dlingo. Beginilah madrasah yang ada di Dlingo dan selamat menjalankan tugas baru bersama guru pegawai sinergitas dengan komite dan orangtua murid.
Kepala MAN 3 Bantul Suyanto menyampaikan dalam sambutan bahwa Syamsul Anam telah mengajar mata pelajaran Qur’an Hadist di MAN 3 Bantul sejak Juli 2016 dan telah ikut meluluskan 10 alumni dimana setiap angkatan sejumlah sekitar 220 murid. Menurut Suyanto, secara kedinasan berpindah tetapi keberadaan di MAN 3 Bantul masih tetap karena perannya sebagai keluarga besar MAN 3 Bantul. Suyanto mendo’akan kepada Anam semoga dapat menjalankan tugas di MTsN 8 Bantul dengan baik atas izin Allah serta bisa krasan (betah) berjuang bersama keluarga besar MTsN 8 Bantul. Suyanto juga memohon do’a keluarga besar MAN 3 Bantul bisa menjalankan ketugasan dengan baik dan silaturahmi tetap terjaga erat dan hangat diikat dengan pertemuan rutin keluarga besar MAN 3 Bantul.
Syamsul Anam selaku Kepala MTsN 8 Bantul dalam sambutan menukil sebuah ungkapan bahwa keutamaan itu ada pada pendahulu, para perintis, para pendiri madrasah walaupun generasi penerus kadang lebih baik. Ungkapan tersebut juga berlaku sama untuk di MTsN 8 Bantul ini. Anam menekankan untuk menjaga apa yang telah menjadi tinggalan para pendiri madrasah. “Yang baik mari kita teruskan, lestarikan, dan kita juga harus berani mebuat inovasi demi kemajuan madrasah” kata Anam. Ia juga mengutip hadist Nabi Muhammad SAW bahwa barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemari , maka ia iorang yang beruntung. Benteng bagi orang muslim adalah bersholawat dan beristighfar. Bekerja di MTsN 8 Bantul harus berinvestasi untuk kepentingan akhirat. Upah, ganjaran, sesuai dengan upaya. Kita harus memadukan syukur dan sabar insya Allah akan mampu menjalankan amanah dari Kemenag dengan kerja keras, Ikhlas, dan cerdas.
Pengawas pendidikan Kantor Kementerian Agama Bantul Suhadi menymapikan dalam sambutan penutup bahwa ‘dinas ono watese, kekancan saklawase’ (tugas kedinasan ada batasnya tetapi pertemanan selamanya’. “Hanya ada satu kata, maksimalkan” pesan Suhadi. Menurutnya kita harus bersinergi dengan keluarga madrasah untuk memaksimalkan potensi yang ada di madrasah sehingga kemaksimalan kita berdampak luar biasa untuk kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita (hms).