Asah Karakter Religius dan Kepercayaan Diri, MAN 4 Bantul Hidupkan Kembali Kultum Dzuhur
Bantul (MAN 4 Bantul) – MAN 4 Bantul kembali mengaktifkan program Kuliah Tujuh Menit (Kultum) setelah salat Dzuhur berjamaah sebagai bagian dari pembiasaan karakter religius bagi seluruh warga madrasah. Kegiatan yang berlangsung di Mushala MAN 4 Bantul pada Selasa (28/07/2026) ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian menyampaikan nilai-nilai keislaman di depan publik.
Pada kesempatan tersebut, kultum disampaikan oleh Darwis, murid kelas XII F2. Mengangkat tema Keutamaan Syukur, Darwis mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah Swt. serta mewujudkannya melalui sikap positif dalam kehidupan sehari-hari dan semangat menuntut ilmu.
Kegiatan yang diikuti oleh kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh murid kelas X, XI, dan XII ini berlangsung khidmat. Selain menjadi sarana pembinaan rohani, program kultum juga dirancang sebagai media pembelajaran bagi murid untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum, kepemimpinan, dan keberanian tampil di hadapan banyak orang.
Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, mengapresiasi penampilan Darwis sekaligus menegaskan pentingnya keberlanjutan program tersebut sebagai bagian dari pendidikan karakter di madrasah.
"Kultum setelah salat Dzuhur berjamaah merupakan salah satu pembiasaan baik yang terus kami lestarikan di MAN 4 Bantul. Kami ingin membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, akhlak yang baik, dan keberanian menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat. Penampilan Darwis hari ini menunjukkan bahwa murid MAN 4 Bantul memiliki potensi besar untuk menjadi generasi yang mampu memimpin sekaligus berdakwah dengan santun. Semoga melalui program ini lahir pribadi-pribadi yang percaya diri, berkarakter, dan mampu menjadi teladan di lingkungan sekitarnya," ujar Syaefulani.
Program kultum dijadwalkan berlangsung secara bergiliran dengan melibatkan murid dari berbagai jenjang kelas sebagai penceramah. Melalui pembiasaan yang berkelanjutan, MAN 4 Bantul berharap dapat menciptakan lingkungan madrasah yang religius, sekaligus menumbuhkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan karakter mulia sebagai bekal peserta didik menghadapi kehidupan bermasyarakat. (lel/ica)-al