Upacara HAB Ke-80 Dihadiri Wamenag, Kanwil Kemenag DIY Tugaskan Siswa MAN 3 Bantul sebagai Paskibra
Bantul (MAN 3 Bantul) – Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo R. Muhammad Syafi’i hadir sebagai inspektur dalam Upacara Peringatan HAB ke-80 Kemenag yang digelar Kanwil Kemenag DIY, Sabtu (03/01/2026). Upacara dilaksanakan di gedung pertama Kementerian Agama Republik Indonesia yang terletak di Jalan Bintaran Nomor 9 Kota Yogyakarta. Bertugas sebagai pasukan pengibar bendera (Paskibra) dalam upacara, siswa MAN 3 Bantul.
Wamenag dalam amanatnya menyampaikan sejarah lahirnya Kementerian Agama sebagaimana disampaikan dalam pidato Menag H.M. Rasjidi saat pertama menjalankan amanah di Yogyakarta pada Jumat malam, tanggal 4 Januari 1946 melalui Radio Rapublik Indonesia (RRI) Yogyakarta dan transkrip pidato dimuat di Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat.
Romo Syafi’i menyitir pidato Menteri Agama H.M. Rasjidi yang menandaskan urgensi pembentukan kementerian yang menangani urusan agama. “Ada masa aliran filsafat untuk menjauhkan agama dari masyarakat. Agama tidak dapat dipisahkan dari jiwa manusia. Jika tidak memakai agama, akan roboh sendi-sendi masyarakat yang kokoh. Hanya sedikit manusia yang bertahan hidup dari filsafat akal. Oleh karena itu, dalam anggaran dasar negara Indonesia. Negara berdasar atas ketuhanan. Negara menjamin tiap penduduk menjalankan agama masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya.”
Romo Syafi’i menegaskan bahwa dalam pidato tersebut, H.M. Rasjidi telah menebarkan semangat moderasi beragama yang jauh melampaui zamannya. Nilai saling menghormati antarpemeluk agama adalah gagasan luhur untuk mendekatkan bangsa pada agama sehingga memperkokoh sendi kehidupan bangsa berdasar dari ajaran agama yang dianut.
Mengakiri amanatnya, Wamenag mengajak seluruh segenap jajaran Kementerian Agama untuk meningkatkan integritas dengan menilik perjuangan nabi dan rasul utusan Allah. “Berpikir dengan penuh kekhidmatan, pada masa awal Allah mengutus nabi dan rasul untuk menyampaikan agamanya di bumi ini, mereka bekerja sangat tekun menghadapi rintangan, hambatan, tantangan, bukan celaan dan hinaan, bahkan penyiksaan fisik. Akan tetapi, karena ketulusan dan integritas. Hari ini agama yang dibawa menjadi panutan. Negara memberikan kewenangan itu kepada Kementerian Agama,” papar Wamenag.
“Mari kita syukuri untuk meningkatkan integritas. Semoga yang kita lakukan menjadi penentu kokohnya sendi-sendi kehidupan bangsa yang berasal dari ajaran agama. Kita menjadi elemen penting bangsa yang menguatkan persatuan kesatuan untuk mencapai tujuan bernegara, yaitu masyarakat adil makmur yang diridai Allah Swt,” pungkasnya.
Upacara berlangsung penuh khidmad. Siswa MAN 3 Bantul, sebagai Paskibra sukses menjalankan amanah dalam seluruh rangakaian upacara. Adapun Paskibra MAN 3 Bantul terdiri dari tujuh belas siswa.
Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto menyampaikan apresiasi kepada siswa yang bertugas. “Sebuah kehormatan bagi kami, siswa MAN 3 Bantul diamanahkan untuk bertugas sebagai petugas upacara HAB ke-80 Kemenag RI yang digelar oleh Kanwil Kemenag DIY. Alhamdulillah anak-anak menjalankan tugas dengan sangat baik. Selamat untuk anak-anak semua. Tugas yang dijalankan hari ini menjadi pengalaman yang luar biasa. Semoga pengalaman berharga ini menjadi bekal untuk terus berprestasi, berkarakter kuat, dan menjadi generasi penerus bangsa yang berintegritas,” tutur Suyanto. (sal)