Sukseskan Program Adiwiyata Tata Usaha MTsN 4 Bantul Kerja Bakti
Bantul (MTsN 4 Bantul) - Seluruh pegawai Tata Usaha MTsN 4 Bantul yang dipimpin langsung Kepala Tata Usaha MTsN 4 Bantul Nur Latif menggelar kerja bakti dalam rangka mendukung program adiwiyata pada Jumat (31/07/2026). Tujuan utama kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya perlindungan alam, menghentikan degradasi lingkungan, dan mendorong tindakan kolektif dari masyarakat, pemerintah, serta bisnis dalam menjaga kelestarian bumi untuk generasi masa kini dan mendatang. Diwilayah Kabupaten Bantul khususnya MTsN 4 Bantul program adiwiyata menjadi program unggulan madrasah ditahun 2026 akan maju penilaian tingkat nasional.
Kegiatan ini tindak lanjut dari program madrasah adiwiyata dimana program adiwiyata sangat penting untuk membentuk karakter siswa agar peduli dan berbudaya lingkungan sejak dini. Inisiatif ini menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan sehat, serta mengintegrasikan praktik pelestarian alam ke dalam kurikulum dan aktivitas madrasah. Nur Latif sangat mendukung kegiatan ini diwujudkan melalui kerja bakti bersih bersih lingkungan madrasah dan penataan taman, penanaman pohon dan pemilahan sampah dari sumbernya. Gerakan ini digalakkan oleh pemerintah pusat, daerah, korporasi, dan komunitas " ungkap Nur Latif.
Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari yang ikut dalam kerja bakti lingkungan madrasah memberikan apresiasi atas inisiatif ini. "Saya sangat mendukung kegiatan bersih-bersih lingkungan madrasah dengan harapan kegiatan ini menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, sejuk dan memberikan manfaat langsung untuk kesehatan fisik dan mental siswa, meningkatkan fokus belajar, serta membentuk karakter disiplin dan empati sejak dini. Lingkungan yang bersih adalah kunci utama terwujudnya madrasah yang aman dan nyaman Membersihkan lingkungan MTs memberikan manfaat langsung untuk kesehatan fisik dan mental siswa, meningkatkan fokus belajar, serta membentuk karakter disiplin dan empati sejak dini. Lingkungan yang bersih adalah kunci utama terwujudnya madrasah yang aman dan nyaman," ujar Sugeng Muhari. (Ltf)