Lompat ke isi utama
x
MTsN 6 Bantul

Siswa Kelas 7C MTs Negeri 6 Bantul Produksi Video Surat Pribadi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Dikirim oleh Sugiyono pada 5 February 2026

Bantul (MTsN 6 Bantul) — Pembelajaran Bahasa Indonesia di MTs Negeri 6 Bantul terus dikembangkan secara kreatif dan inovatif. Hal tersebut tampak dalam kegiatan pembelajaran siswa kelas 7C yang mempraktikkan materi surat pribadi melalui pembuatan video pembelajaran pada Rabu (4/02/26).

Dalam kegiatan ini, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk merancang, menulis, dan memerankan surat pribadi dalam bentuk video. Setiap kelompok menampilkan alur cerita sederhana yang menggambarkan komunikasi personal, seperti surat untuk sahabat, orang tua, maupun guru, dengan memperhatikan struktur, bahasa, dan kaidah kebahasaan yang tepat.

Guru Bahasa Indonesia kelas 7C, Heisma Arya Demokrawati, menyampaikan bahwa pembelajaran berbasis proyek ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata. “Melalui pembuatan video surat pribadi, siswa belajar menulis dengan runtut, menggunakan bahasa yang santun, serta menyampaikan pesan dengan ekspresif. Kegiatan ini juga melatih kreativitas, kerja sama, dan kepercayaan diri siswa,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa penggunaan media video membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan bermakna, sehingga siswa lebih mudah memahami fungsi surat pribadi dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala MTs Negeri 6 Bantul, Sugiyono, memberikan apresiasi atas kreativitas guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut. Menurutnya, inovasi pembelajaran seperti ini sejalan dengan upaya madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan literasi siswa. “Kami sangat mendukung pembelajaran yang aktif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa mampu belajar secara kolaboratif dan menghasilkan karya yang positif,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 6 Bantul berharap pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, literasi, dan keterampilan abad ke-21 bagi peserta didik. (had/vha)