Lompat ke isi utama
x
MAN 4 Bantul

Serasa di Tanah Suci, Siswa MAN 4 Bantul Resapi Getaran Iman di Replika Baitullah

Dikirim oleh liana pada 23 February 2026

Bantul (MAN 4 Bantul) – Pelaksanaan manasik haji siswa kelas X dan XI MAN 4 Bantul di Wisata Edukasi Religi “Qolbu” Boyolali pada Rabu (11/02/2026) berlangsung dengan khidmat dan penuh penghayatan. Salah satu rangkaian yang memberikan kesan mendalam bagi para siswa adalah prosesi mencium Hajar Aswad dalam rangkaian thawaf. Dengan pendampingan para guru, siswa mengikuti setiap tahapan secara tertib dan penuh kesungguhan.

 

Dalam simulasi tersebut, siswa secara bergantian mendekati replika Hajar Aswad untuk memberikan isyarat penghormatan sesuai tuntunan ibadah haji. Guru pendamping menjelaskan bahwa mencium Hajar Aswad merupakan sunnah Rasulullah SAW yang memiliki nilai keutamaan, namun pelaksanaannya tetap harus mengedepankan ketertiban dan tidak menimbulkan mudarat bagi orang lain.

 

Bisyri Mustafa selaku pendamping kegiatan memberikan penjelasan mengenai makna dan keutamaannya. Ia menegaskan bahwa amalan tersebut bukan sekadar simbol fisik, melainkan wujud ketaatan dan kecintaan kepada ajaran Rasulullah SAW. “Mencium Hajar Aswad merupakan bentuk ittiba’, yakni mengikuti sunnah Nabi. Keutamaannya terletak pada ketaatan dan niat dalam menjalankan perintah Allah, bukan pada batunya semata,” tuturnya.

 

Ia juga menambahkan bahwa dalam praktik ibadah, adab dan ketertiban harus menjadi prioritas. “Apabila tidak memungkinkan untuk mencium secara langsung, cukup dengan memberi isyarat. Islam mengajarkan kelembutan serta melarang perbuatan yang dapat menyakiti orang lain,” imbuhnya.

 

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami tata cara manasik haji, tetapi juga mengambil hikmah tentang adab, keteladanan, serta pentingnya menjaga niat dalam setiap ibadah. MAN 4 Bantul berharap pengalaman ini mampu menumbuhkan semangat religius sekaligus memperkuat karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari. (lel/ica)-al