Seni Budaya Go Digital! MAN 2 Bantul Terapkan Smart Mandaba dalam Pembelajaran Penilaian
Bantul (MAN 2 Bantul) — Upaya MAN 2 Bantul dalam mengembangkan pembelajaran berbasis digital terus diwujudkan melalui berbagai inovasi, salah satunya melalui pemanfaatan Smart Mandaba pada mata pelajaran Seni Budaya . Kegiatan pengambilan nilai pengetahuan ini dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026 di kelas XI F .
Dalam pembelajaran tersebut, guru Seni Budaya menggunakan Smart Mandaba sebagai media penilaian teori. Sistem digital ini memudahkan proses evaluasi sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung program Smart Mandaba dan penguatan budaya digitalisasi madrasah yang sedang dikembangkan MAN 2 Bantul.
Guru Seni Budaya, Riyadi Setyawan mengungkapkan bahwa penerapan penilaian berbasis digital memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran.
“Dengan Smart Mandaba, penilaian menjadi lebih efektif dan tertata. Siswa juga terbiasa mengikuti sistem evaluasi yang modern, namun tetap relevan dengan karakter pembelajaran seni budaya,” jelasnya.
Selain penilaian teori, mata pelajaran Seni Budaya juga akan melaksanakan penilaian praktik pada bulan Februari mendatang . Pada tahap ini, siswa akan bekerja secara berkelompok untuk menciptakan karya seni rupa dua dimensi maupun tiga dimensi sebagai wujud pengembangan kreativitas dan keterampilan artistik.
Salah satu siswa kelas XI F, Khalila Salsabila , menyampaikan kesan positif terhadap penggunaan Smart Mandaba. “Penilaian lewat Smart Mandaba lebih praktis dan menyenangkan. Kami jadi lebih nyaman dan fokus saat mengerjakan soal”, ungkapnya.
Sementara itu, Maulana Kamal menilai pembelajaran Seni Budaya kini semakin menarik karena tidak hanya menekankan teori. “Selain penilaian secara digital, kami juga akan membuat karya seni secara langsung. Jadi pembelajarannya lebih seimbang antara pemahaman materi dan praktik,” tuturnya.
Melalui pembelajaran Seni Budaya yang mengintegrasikan teknologi dan kreativitas ini, MAN 2 Bantul berharap dapat mencetak siswa yang adaptif terhadap perkembangan digital, tanpa meninggalkan nilai seni dan budaya sebagai bagian dari identitas madrasah./rys